Kantor Radak Babel Resmi Berdiri di Pangkalpinang

Infokasus.id PANGKALPINANG – Minggu siang di Jalan Tonywen, Pangkalpinang, bukan sekadar momen peresmian kantor. Di balik potongan nasi tumpeng, senyum anak-anak yatim, dan jabatan tangan antarwartawan, tersimpan cerita tentang keyakinan, keberanian, dan pilihan untuk tetap tegak lurus di tengah arus informasi yang kerap berbelok arah. Di sinilah Kantor Radak Babel resmi berdiri.

Bagi Dodi Hendriyanto atau yang lebih akrab disapa Bang Doi, hari itu bukan hanya tentang papan nama dan ruangan kerja. Ia menjadi titik awal perjalanan panjang: perjuangan jurnalistik yang tidak sekadar cepat, namun juga benar.

“Hari ini sangat spesial bagi kami. Ini awal perjuangan kami sebagai jurnalis mengawal informasi yang sehat dan berpihak pada kebenaran,” ujar Bang Doi dengan suara tenang namun sarat makna.

Menurutnya, kantor bukan ruang eksklusif bagi wartawan semata. Pintu Radak Babel dibuka lebar untuk siapa saja – masyarakat, pencari keadilan, bahkan mereka yang ingin sekadar bertanya. “Sejatinya kantor ini juga milik masyarakat,” tuturnya, mencerminkan filosofi bahwa pers bukan menara gading, melainkan rumah bersama.

Jurnalisme dengan Empati

Peresmian tidak diawali dengan pidato panjang atau selebrasi berlebihan. Sebanyak 25 anak yatim piatu dari Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Pangkalpinang menjadi bagian penting dari momen tersebut. Santunan diserahkan, doa dipanjatkan, dan tumpeng dipotong, seolah mengingatkan bahwa jurnalisme yang baik harus selalu berangkat dari empati.

Di hadapan mereka, Radak Babel menegaskan identitasnya: berani, namun tetap beretika. Ketua Tim Radak Babel, La Ode M Murdani, menyebut bahwa berdirinya kantor ini bukan simbol fisik semata, melainkan komitmen moral.

“Pers yang sehat adalah pers yang berani, namun tetap beretika. Kritik harus disampaikan dengan data, empati, dan tanggung jawab,” ucapnya.

Di tengah derasnya informasi instan, Radak Babel memilih jalan yang lebih sunyi namun kokoh: jurnalisme investigatif yang tuntas, dengan prinsip cover both side, konfirmasi, dan klarifikasi menyeluruh.

Lahir dari Keyakinan, Dikuatkan oleh Kebersamaan

Radak Babel sejatinya telah lahir sejak 8 Desember 2025 di kawasan Tua Tunu, Pangkalpinang. Dari pertemuan sederhana itu, sebuah visi dirajut: menjadi bagian dari ekosistem media yang menjunjung tinggi kode etik, independensi, dan tanggung jawab sosial.

Kini, Radak Babel diperkuat oleh delapan orang tim inti , angka yang menjadi filosofi gerak mereka: tak terputus, saling terkait, terus berjalan, dan tak pernah padam. Tak berjalan sendiri, Radak Babel juga terhubung dalam jejaring sepuluh media, diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi yang berimbang dan beretika di Bangka Belitung.

Lebih dari Sekadar Kantor

Hadirnya Kantor Radak Babel menjadi ruang tumbuh , bagi wartawan, masyarakat, dan jurnalisme yang jujur. Di sana, fakta diuji, suara rakyat didengar, dan kebenaran dijaga agar tak tenggelam oleh kepentingan sempit.

Seperti keyakinan yang terus dipegang timnya, Radak Babel percaya bahwa hakikat pers adalah keberpihakan kepada kebenaran. Dan dari sebuah kantor sederhana di Pangkalpinang, perjuangan itu kini resmi dimulai. 

Nyimas Yeni Lestari

0 Komentar