DESAK KPK PERIKSA EKS KADIS KESEHATAN KONAWE UTARA - DUGAAN KORUPSI PUSKESMAS SAWA


Infokasus.id Konawe Sulawesi Tenggara, 12 Maret 2026 – Aliansi Aktivis Anti Korupsi menggelar aksi penegasan yang tegas di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menuntut aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret terhadap mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara terkait dugaan korupsi skala besar pada proyek pembangunan Puskesmas Sawa tahun 2024. Kasus yang telah mendapatkan dasar kuat dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Tenggara tahun 2025 ini diduga menyembunyikan praktik penyimpangan anggaran dan telah menyebabkan kerugian negara yang signifikan.
 
Puluhan demonstran menyatakan bahwa kasus tersebut telah terlambat masuk proses hukum, dengan indikasi nyata adanya upaya pembiaran dan penutupan fakta oleh pihak terkait. Melalui pidato yang tegas dan atribut yang mencolok, mereka menegaskan tuntutan tidak hanya kepada KPK, namun juga Kejaksaan Agung RI untuk segera memanggil serta melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mantan kadis yang menjadi pusat perhatian.
 
Proyek yang dikerjakan oleh CV. BRC tidak hanya dicurigai mengandung unsur korupstif, melainkan juga mengalami keterlambatan pengerjaan hingga 180 hari melebihi batas waktu yang ditetapkan. Paradoksalnya, seluruh anggaran proyek telah dibayarkan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Berdasarkan data hasil pemeriksaan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), penyedia, konsultan pengawas, dan Inspektorat, nilai denda keterlambatan yang seharusnya dikenakan mencapai Rp941.145.008 – angka yang menunjukkan potensi kerugian negara yang tidak bisa dianggap remeh.
 
Selain itu, massa juga menuntut KPK untuk menelusuri secara menyeluruh 11 paket pekerjaan lain di Dinas Kesehatan Konawe Utara yang sama-sama mengalami keterlambatan namun hingga kini belum mendapatkan sanksi apapun, padahal aturan jelas mengatur tentang konsekuensi bagi pelanggaran waktu pengerjaan.
 
"Kita tidak hanya membawa bukti dari BPK yang sudah terverifikasi, namun juga memiliki data tambahan yang lebih mendalam yang belum kami paparkan kali ini. Aksi hari ini adalah peringatan terakhir – jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan pelaporan resmi dan terus mengawal kasus ini hingga ke akar masalahnya," tegas perwakilan massa, Bang Rohi, dengan nada yang tidak bisa ditawar.
 
Aliansi Aktivis Anti Korupsi menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti bergerak hingga kasus ini diselidiki secara transparan, objektif, dan akuntabel, serta semua pelaku yang terlibat mendapatkan sangsi hukum yang setimpal.

Imam P

0 Komentar