Infokasus.id Jakarta, 16 Maret 2026 – Isu pembelian simulator berkuda oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang telah diperbesar dengan narasi negatif dan tidak berdasar bukanlah sekadar kontroversi semata. Ini adalah bentuk serangan terarah yang bertujuan untuk merusak citra institusi kepolisian, menyebarkan keraguan, dan mengacaukan upaya nyata Polri dalam meningkatkan kapasitas profesional personelnya.
Tuduhan yang menyatakan simulator berkuda sebagai "pemborosan anggaran" atau "perlengkapan yang tidak relevan" adalah kesimpulan yang jauh dari fakta. Sebenarnya, alat ini adalah komponen krusial dalam pengembangan unit polisi berkuda Polri – sebuah unit yang telah membuktikan perannya sebagai jembatan kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat, seperti yang terlihat dalam program "Patroli Berkuda Dialogis" yang sukses menghangatkan hubungan dengan warga.
Kordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, menegaskan hal ini dalam siaran pers yang tegas di Jakarta, Senin (16/3/2026). "Simulator berkuda bukanlah barang yang bisa dianggap remeh. Ini adalah investasi strategis untuk memastikan personel polisi berkuda memiliki keterampilan yang mumpuni, bekerja dengan aman, dan mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi. Melalui teknologi ini, kami dapat melatih aspek teknis berkuda seperti keseimbangan dan ritme, sekaligus melindungi personel serta kuda dari risiko cedera yang mungkin terjadi saat latihan langsung," jelasnya.
Azmi juga menegaskan bahwa keberadaan unit polisi berkuda tidak ketinggalan zaman. Di berbagai negara maju dengan sistem kepolisian yang canggih, unit ini tetap menjadi bagian integral dari struktur keamanan:
- Kanada: Royal Canadian Mounted Police (RCMP) atau Mounties bukan hanya simbol nasional, tetapi juga menjalankan tugas operasional dan seremonial yang krusial hingga saat ini.
- Australia: Polisi berkuda aktif dalam patroli kawasan padat dan pengendalian massa di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne.
- Britania Raya: Metropolitan Police Mounted Branch yang berdiri sejak 1758 masih menjadi andalan dalam pengamanan acara publik skala besar dan menjaga ketertiban.
- Amerika Serikat: Departemen kepolisian seperti NYPD menggunakan unit berkuda untuk patroli taman dan kawasan perkotaan, menciptakan kedekatan yang lebih erat dengan masyarakat.
Manfaat yang diberikan simulator berkuda sangat komprehensif:
- Keamanan Terjamin: Mengurangi risiko cedera pada personel dan kerusakan pada kuda asli yang memerlukan perawatan khusus.
- Latihan yang Efektif: Personel dapat berlatih berbagai skenario medan nyata secara virtual, sehingga siap menghadapi kondisi lapangan yang kompleks.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Latihan tidak terpengaruh cuaca, sekaligus menghemat biaya perawatan, pakan, dan transportasi kuda.
- Kesiapan Menyeluruh: Meningkatkan kesiapan mental dan fisik personel sebelum mereka beroperasi dengan kuda asli.
"Polri terus bergerak menuju transformasi yang lebih baik. Pengadaan simulator berkuda adalah bukti komitmen kami untuk membangun sistem keamanan yang profesional, responsif, dan humanis. Saatnya kita bersama-sama menolak narasi yang tidak bertanggung jawab dan mendukung upaya Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat," tegas Azmi Hidzaqi.
Azmi Hidzaqi
Kordinator LAKSI

0 Komentar