Infokasus.id Bulukumba Sulawesi Selatan – Sebuah momen luar biasa tercatat dalam sejarah penanganan unjuk rasa di Kabupaten Bulukumba. Ketegangan yang sempat memuncak di depan Mapolres Bulukumba, Senin (27/04/2026), berubah menjadi suasana penuh keakraban berkat pendekatan hati yang luar biasa dari Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K.
Aliansi Pemuda Sapobonto yang datang menyuarakan keprihatinan terkait kasus pencurian sapi dan kaburnya salah satu tersangka, tidak perlu berbicara dari balik pagar atau berdiri berjarak. Dengan jiwa kepemimpinan yang rendah hati, Kapolres memilih turun langsung, duduk bersila di atas aspal panas, sejajar dengan para pemuda, dalam semangat “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi”.
MENDENGARKAN DENGAN HATI, MENJAWAB DENGAN JELAS
Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Ahmad Yahya Nur, ini mengangkat isu perkembangan hukum kasus pencurian sapi yang terjadi pada Februari lalu, khususnya terkait status tersangka berinisial RP (17) yang masih dalam pencarian.
Meskipun sebelumnya telah ditawari audiensi di ruang ber-AC, massa berharap dialog dilakukan di lokasi. Tanpa ragu dan tanpa gengsi jabatan, AKBP Restu Wijayanto memenuhi permintaan tersebut. Ia duduk bersama, menatap mata para pemuda, dan mendengarkan setiap keluh kesah dengan penuh perhatian.
Dalam penjelasannya yang tenang dan transparan, Kapolres mengurai benang kusut permasalahan hukum tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tersangka RP merupakan anak di bawah umur, sehingga penanganannya berbeda dengan pelaku dewasa, mengacu pada prinsip perlindungan anak. Proses hukum saat ini sedang menunggu kelengkapan administrasi berupa Litmas (Penelitian Kemasyarakatan) dari BAPAS, dan pihak kepolisian terus melakukan upaya pencarian untuk memastikan keamanan sang tersangka.
Diketahui, dalam kasus ini terdapat empat orang tersangka, dua di antaranya masih anak-anak. Sapi hasil curian yang sempat ditukar dengan anjing jenis Pitbull telah berhasil diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.
TRANSPARANSI ADALAH KUNCI KEPERCAYAAN
Kapolres menegaskan komitmen kuatnya bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai koridor undang-undang. Tidak ada upaya pembiaran, dan keadilan akan ditegakkan.
“Kami berkomitmen untuk terus menyampaikan setiap perkembangan kasus ini kepada masyarakat dan korban. Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan kembali,” tegasnya dengan penuh wibawa.
Penjelasan yang lugas, jujur, dan penuh kearifan ini akhirnya memuaskan hati para peserta aksi. Ketegangan yang tadinya terasa mencekam, perlahan luntur digantikan oleh senyum dan rasa hormat.
BERAKHIR DENGAN PELUKAN DAN SALAMAN
Momen paling mengharukan terjadi saat acara dialog berakhir. Para peserta aksi tidak langsung bubar, melainkan mendekat untuk bersalaman, bahkan berpelukan hangat dengan Kapolres.
Suasana yang penuh persaudaraan ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan seorang pemimpin bukan hanya terletak pada wewenang dan seragam, melainkan pada kemampuannya merangkul, mendengarkan, dan memahami denyut nadi masyarakat.
Aksi pun bubar dengan tertib, damai, dan penuh solusi. Sebuah teladan indah tentang bagaimana komunikasi yang humanis mampu menjembatani perbedaan dan meredakan konflik.
Publisher : Timred
Penulis : Bara Makassar


0 Komentar