GAPI MENGAMUK: TUNTASKAN KORUPSI ALSINTAN SOPPENG, JANGAN BIARKAN HUKUM MATI!

Infokasus.id Makassar Sulawesi Selatan  – Gerakan Aktivis Pemuda Indonesia (GAPI) kembali melancarkan aksi protes keras yang memekakkan telinga. Massa memadati depan kantor AAS BUILDING, Jalan Urip Sumoharjo, bahkan turun langsung ke badan jalan hingga menyebabkan kemacetan panjang.
 
Mereka tidak lagi mau berbicara sopan santun. Mereka menggunakan kendaraan sebagai panggung, dan suara mereka sebagai cambuk, untuk menyuarakan kemarahan atas dugaan korupsi pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Kabupaten Soppeng yang terkesan dibiarkan menguap begitu saja.

DESAKAN MUTLAK: USUT TUNTAS, JANGAN ADA YANG LARI!

GAPI menegaskan dengan lantang: Kasus ini tidak boleh berhenti di tengah jalan. Mereka mendesak agar proses hukum segera berjalan kencang untuk mengungkap siapa saja yang terlibat, dari yang kecil hingga yang besar, tanpa pandang bulu dan tanpa tebang pilih.
 
Bantuan pertanian yang seharusnya menjadi harapan petani, diduga telah dijadikan ladang rente dan korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah. GAPI tidak akan tinggal diam melihat hak rakyat dirampas secara licik.
 
PERINGATAN KERAS: HUKUM JANGAN BERSIKAP TULI DAN TERTIDUR!
 
Jenderal Lapangan GAPI, Risaldi Aditia, melayangkan kritik pedas yang menyakitkan. Ia menyoroti betapa lambannya penanganan kasus ini, seolah-olah ada kekuatan gelap yang menahan laju keadilan.
 
"Kami peringatkan! Penegak hukum tidak boleh bersikap tuli dan tertidur. Jangan biarkan kasus ini mati suri. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas masa depan rakyat, maka jawabannya harus hukum yang tegas dan tanpa ampun!" tegas Risaldi.
 
Mereka juga menuntut perhatian serius dari Menteri Pertanian agar turun tangan langsung, karena persoalan ini menyangkut nyawa dunia pertanian dan kesejahteraan petani.
 
ANCAMAN BESAR: AKSI LANJUTAN SIAP DIGELAR!
 
GAPI memberikan sinyal keras: Jika dalam waktu dekat tidak ada gerakan nyata dan kepastian hukum, maka aksi damai hari ini hanyalah awal dari badai yang lebih besar.
 
"Kami akan kawal ketat kasus ini. Jika masih ada upaya pembiusan atau penguburan kasus, dalam beberapa pekan ke depan kami akan kembali turun dengan massa yang jauh lebih besar dan tuntutan yang jauh lebih keras!"
 
Keadilan tidak boleh ditunda, pelaku tidak boleh lolos!
 
Publisher : TIM/RED
Penulis : S

0 Komentar