Infokasus.id Pangkal Pinang – Jangan pernah batasi potensi manusia, sekalipun ia berada di balik tembok penjara. Di Rumah Tahanan Negara (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, jeruji besi bukanlah penghalang kreativitas, melainkan kanvas bagi lahirnya karya nyata.
Berkat ketekunan warga binaan, lahirlah pupuk kompos berkualitas tinggi yang kini tidak hanya mengisi ruang produksi, tetapi telah menembus batas wilayah dan dinikmati oleh petani serta masyarakat di hampir seluruh kabupaten di Provinsi Bangka Belitung.
Sebuah bukti nyata bahwa tempat pembinaan ini mampu melahirkan sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi negeri.
SINERGI YANG MULIA: MENGUKIR PRESTASI DI RUMAH ADAT
Program unggulan ini dibingkai dalam kerjasama yang harmonis dan kuat. Lapas Kelas IIA Pangkalpinang menggandeng sepenuh hati masyarakat Kelurahan Tuatunuh Indah, Kecamatan Gerunggang.
Bahkan, peresmian dan sosialisasi program ini digelar dengan sangat istimewa dan bermakna di Rumah Adat LAM. Sebuah simbol bahwa pembinaan narapidana adalah bagian tak terpisahkan dari budaya, kearifan lokal, dan kehidupan sosial masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh Camat, Lurah, Tokoh Adat, jajaran Kepolisian, TNI, hingga para Ketua RT/RW. Membuktikan bahwa institusi hukum terbuka, bersahabat, dan diterima dengan baik oleh lingkungan sekitarnya.
"DARI YANG DIBINA, MENJADI YANG MENGHASILKAN"
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Indrawan, dengan penuh bangga dan wibawa memaparkan perjalanan mulia ini.
"Di sini kami bukan sekadar menjalankan fungsi pembinaan, tapi juga menciptakan nilai tambah. Warga binaan kami menghasilkan pupuk kompos, dan alhamdulillah hasilnya luar biasa, sudah dipakai hampir di seluruh kabupaten di Babel," ujarnya.
Kalimat itu mengandung makna yang sangat dalam: Mereka yang pernah tersesat dan bermasalah dengan hukum, kini telah berubah haluan menjadi pencipta manfaat. Jerih payah mereka kini menyuburkan tanah, menyuburkan harapan, dan menyuburkan ekonomi daerah.
MENGUBAH STIGMA: BUKAN HANYA HUKUMAN, TAPI PENCIPTA KARYA
Program ini menjadi jawaban indah sekaligus "tamparan halus" bagi pandangan negatif masyarakat. Membuktikan bahwa di balik tembok tebal, terdapat jiwa-jiwa yang sedang diperbaiki, diasah, dan dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat sebagai manusia yang lebih baik dan berguna.
Lapas tidak lagi dilihat sebagai tempat pengasingan, melainkan sebagai wadah transformasi yang produktif dan penuh harapan.
BEKAL MASA DEPAN: SIAP BERWIBAWA SAAT BEBAS
Ke depan, inovasi ini diharapkan terus tumbuh dan berkembang menjadi sentra industri yang lebih besar. Tidak hanya berhenti pada pupuk kompos, namun menjadi modal keterampilan yang kokoh.
Sehingga saat masa pidana usai dan pintu gerbang terbuka, mereka tidak pulang dengan tangan hampa, melainkan pulang membawa keahlian, membawa semangat, dan siap membuka usaha mandiri demi masa depan yang cerah dan bermartabat.
Publisher : TIM/RED
Penulis : Nyimas Yeni Lestari


0 Komentar