MEMBAWA SEMANGAT KEARIFAN LOKAL: LSM MAUNG TEKANKAN KOMITMEN LESTARIKAN BUDAYA DI NAIDANGO KE-3 PONTIANAK

Infokasus.id Pontianak Kalbar  – Warisan leluhur yang sarat makna dan filosofi kembali bergema di bumi Kalimantan Barat. Acara akbar Naik Dango ke-3 Kota Pontianak resmi dibuka, menyatukan ribuan insan dalam kebersamaan dan kekhusyukan. Dalam momen bersejarah ini, Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (LSM MAUNG) hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai penjaga semangat dan nilai luhur bangsa.
 
Kegiatan yang berlangsung di halaman Rumah Radakng pada Selasa, 21 April 2026 ini mengusung tema agung, “Nganpar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur di Tengah Arus Perubahan Zaman”. Kehadiran LSM MAUNG di sini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya adalah bagian tak terpisahkan dari visi dan misi organisasi yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.
 
VISI YANG SEJALAN DENGAN SEMBOYAN AGUNG
 
Dalam keterangan resmi yang disampaikan, Ketua Umum LSM MAUNG, Hadysa Prana, menegaskan bahwa menjaga adat istiadat dan tradisi adalah panggilan hati dan tanggung jawab moral yang diemban oleh seluruh kader organisasi.
 
“Salah satu visi utama yang kami pegang teguh adalah menjaga adat istiadat, tradisi, dan warisan budaya sebagai wujud penghormatan tulus kepada para pendahulu. Nilai-nilai ini harus terus dipelihara dan diwariskan, agar tidak pudar ditelan zaman,” tegas Hadysa Prana, yang akrab disapa Aa Hady.
 
Komitmen ini sejalan dengan filosofi yang tertanam dalam semboyan organisasi: “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Semboyan ini mencerminkan sikap setia kawan, rasa memiliki, dan tanggung jawab untuk senantiasa merawat nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat di mana mereka berpijak dan mengabdi.
 
APRESIASI ATAS KERJA SAMA DAN KEBERSAMAAN
 
Aa Hady menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya pembukaan acara ini. Ia menyoroti peran besar seluruh pihak, mulai dari Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, panitia pelaksana, pemerintah daerah, hingga seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan acara budaya terbesar ini.

“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah berjuang mewujudkan Naik Dango ini. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ungkapan syukur atas limpahan rezeki dan hasil panen, serta sarana mempersatukan hati dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras,” ujarnya.
 
Lebih jauh, ia menilai bahwa Naik Dango memiliki nilai strategis yang luar biasa, tidak hanya dari sisi kultural tetapi juga ekonomi dan pariwisata.
 
“Kami melihat potensi besar dari acara ini untuk memajukan pariwisata daerah, sekaligus mempertegas jati diri dan identitas budaya kita. Harapan kami, kegiatan ini terus digelar dengan kualitas yang semakin meningkat, sehingga warisan leluhur ini tetap utuh dan membanggakan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
 
SUASANA KEKELUARGAAN YANG MENDUNIA
 
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu kehormatan istimewa yakni 84 pemangku adat dari Sarawak, Malaysia.
 
Rangkaian acara Naik Dango ke-3 ini akan diisi dengan seminar adat, lomba tradisional, hingga pertunjukan seni yang memukau, menjadi bukti kekayaan dan keindahan budaya Kalimantan Barat yang diakui hingga kancah internasional.
 
Dengan semangat kebersamaan, LSM MAUNG berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi nyata dalam setiap upaya pelestarian budaya dan pembangunan daerah, menjadikan nilai-nilai luhur sebagai pondasi kokoh menuju masa depan yang lebih gemilang.
 
PUBLISHER : TIM/RED
PENULIS : TIM MAUNG


0 Komentar