SINERGI RAMAH LINGKUNGAN: GANDENG GREEN SOIL, KOMPOS LAPAS PANGKALPINANG SIAP BERSAING DI PASAR

Infokasus.id PANGKALPINANG – Langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan kembali diukir oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang. Sebagai bukti komitmen mempersiapkan kemandirian Warga Binaan, institusi ini resmi menjalin ikatan kerja sama strategis dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Green Soil Bangka Tengah. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada Jumat (17/04) ini memfokuskan pada produksi kompos dan pembenah tanah berkualitas, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga siap bersaing di kancah pasar.
 
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah tonggak penting dalam mengoptimalkan program pembinaan berbasis ekonomi kerakyatan yang ramah lingkungan. Inovasi ini memanfaatkan limbah non-B3 berupa fly ash hasil sisa pembakaran batu bara dari PLTU 3 Bangka, yang diolah sedemikian rupa menjadi bahan baku bernilai guna.
 
“Kerja sama ini adalah wujud nyata keseriusan kami dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang aplikatif. Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan yang mereka jalani tidak hanya menjadi masa perbaikan diri, tetapi juga masa penemuan potensi, sehingga hasil kerja mereka mampu menciptakan produk yang bernilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasaran secara sehat,” tegas Sugeng dengan penuh keyakinan.
 
Lebih lanjut ia menambahkan, melalui sinergi dengan Green Soil, para Warga Binaan akan mendapatkan bekal pengetahuan yang utuh dan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan bahan baku, teknik produksi yang tepat guna, hingga strategi pemasaran yang efektif.

KUALITAS TERJAMIN, SIAP TEMBUS PASAR LOKAL HINGGA NASIONAL

Di sisi lain, Ketua UMKM Green Soil Bangka Tengah, Junaidi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya. Ia memandang kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan.
 
“Kami menyambut baik kerja sama ini dengan tangan terbuka. Berbekal proses pengolahan yang terstandarisasi, kami sangat optimis bahwa produk kompos dan pembenah tanah hasil karya Warga Binaan ini memiliki kualitas yang unggul. Kami yakin produk ini tidak hanya akan diterima dengan baik oleh masyarakat di Bangka Belitung, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas hingga ke luar daerah,” harapnya.
 
DISAKSIKAN PEJABAT TINGGI DAN ELEMEN MASYARAKAT
 
Momen bersejarah ini berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Dian Artanto, Kepala Kepolisian Sektor Gerunggang, Ivan Donny, Camat Gerunggang, Richard Syam, serta rekan-rekan insan pers yang turut mengabadikan peristiwa positif ini.
 
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan semakin menemukan arah yang jelas. Di samping itu, lahirlah produk-produk unggulan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa di balik tembok pemasyarakatan, tersimpan potensi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan kemaslahatan masyarakat luas.
 
 
 Nyimas Yeni Lestari
Tim Redaksi

0 Komentar