Infokasus.id Pemalang – Dugaan praktik penolakan pasien yang menimpa RSUD M. Ashari Pemalang menjadi "luka terbuka" bagi pelayanan kesehatan publik. Kasus yang menimpa Sisono, suami seorang PNS guru, ini memicu reaksi keras dari Pengamat Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Prof. Sutan Nasomal, SH., MH.
Menurutnya, peristiwa ini adalah bukti nyata adanya penyakit kronis berupa pelayanan yang "bobrok" dan tidak manusiawi di institusi yang seharusnya menjadi benteng pertahanan nyawa rakyat.
Dalam pernyataan resminya di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, Sabtu (11/4/2026), Prof. Sutan menuntut langkah nyata dari puncak kekuasaan negara.
INSTVENSI PRESIDEN JADI KUNCI
Prof. Sutan secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung. Ia meminta Kepala Negara mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepala daerah, mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota.
"Kami mendesak Presiden Prabowo memberikan mandat yang tak tergoyahkan: Stop diskriminasi di rumah sakit milik pemerintah. Mulai hari ini, RSUD wajib membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Baik PNS maupun warga biasa, nyawa mereka memiliki nilai yang sama," tegasnya.
Ia menekankan bahwa fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat tidak boleh berubah menjadi benteng yang menolak rakyatnya sendiri. Kepala daerah harus memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan audit menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap manajemen rumah sakit agar kasus serupa tidak terulang.
PENGHARGAAN BAGI YANG BERPRESTASI, SANKSI BAGI YANG MANGKRAK
Selain sanksi bagi yang melanggar, Prof. Sutan juga mengusulkan adanya sistem insentif positif. Pemerintah diminta memberikan penghargaan prestisius bagi rumah sakit, klinik, maupun rumah bersalin yang mampu menunjukkan kinerja pelayanan terbaik dan paling ramah pasien.
"Berikan pujian dan piagam bagi yang bekerja luar biasa. Jadikan itu pemicu semangat agar persaingan sehat untuk melayani rakyat semakin ketat," tambahnya yang juga merupakan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS ini.
Di akhir pernyataannya, Prof. Sutan menegaskan bahwa meski struktur sistem kesehatan nasional sudah terlihat baik di atas kertas, realitas di lapangan masih memilukan.
"Jangan biarkan rakyat menangis di depan gerbang RSUD. Perbaiki sekarang juga, karena kesehatan adalah hak asasi yang tidak bisa ditawar-tawar," pungkasnya tegas.
Nara Sumber: Prof. Sutan Nasomal SH MH (Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS)


0 Komentar