BUNG DODOY TEGAS BANTAH: LOKASI KDMP DESA PENYAK BUKAN SEMAK-SEMAK, TAPI PUSAT EKONOMI MASA DEPAN

Infokasus.id BANGKA TENGAH – Polemik terkait lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Penyak kian memanas. Ketua KDMP Desa Penyak, Dairi, S.H. atau yang akrab disapa Bung Dodoy, akhirnya buka suara secara tegas dan membantah keras narasi yang disebarkan oleh seorang oknum dosen AMIK Atmaluhur. Dalam video yang sempat viral, pendidik tersebut menilai lokasi pembangunan berada di kawasan semak-semak, menghadap laut, dan dinilai tidak strategis.
 
Menanggapi penilaian sepihak yang dianggap menyesatkan publik itu, Bung Dodoy menyatakan kekecewaannya mendalam. Ia menilai pernyataan akademisi tersebut sangat dangkal, tidak berbasis data lapangan, dan justru berpotensi menghambat langkah kemajuan desa.
 
"Kami sangat menyayangkan adanya narasi yang terkesan menyesatkan publik tanpa melihat langsung kondisi dan potensi wilayah secara menyeluruh. Seorang pendidik seharusnya memberikan pandangan yang objektif, berbasis fakta, dan membangun. Justru yang terjadi malah sebaliknya, menggiring opini negatif dengan pandangan yang sangat sempit dan tidak memahami rencana induk pembangunan kami," tegas Bung Dodoy, Minggu (24/5/2026).
 
Bung Dodoy meluruskan fakta sesungguhnya. Lokasi yang dimaksud sama sekali bukan lahan terisolasi atau semak belukar yang tidak bernilai, melainkan titik strategis yang dipilih berdasarkan kajian tata ruang dan potensi ekonomi. Lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga dan lingkungan pendidikan, serta berada di jalur utama yang menghubungkan potensi pertanian, kelautan, dan pariwisata desa.
 
"Konsep KDMP yang kami bangun bukan sekadar koperasi konvensional yang hanya menjual kebutuhan pokok. Pandangan bahwa lokasi ini tidak strategis adalah kesalahan fatal dalam membaca rencana besar kami. Di sana nantinya akan berdiri Kopdesmart, pusat pengembangan dan pemasaran produk UMKM unggulan, rest area wisata yang nyaman, bengkel penunjang, hingga fasilitas pencucian kendaraan. Ini adalah paket lengkap ekosistem ekonomi," jelas Bung Dodoy merinci rencana strategis tersebut.


Menurutnya, pembangunan ini didesain untuk jangka panjang, memanfaatkan posisi geografis yang menghadap laut sebagai daya tarik wisata sekaligus memudahkan akses logistik hasil bumi. Apa yang saat ini masih berupa lahan terbuka, nantinya akan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjadi kebanggaan warga Desa Penyak.
 
"Kalau melihat pembangunan hanya dari kondisi hari ini, hanya melihat tanah kosong atau semak yang belum diolah, tanpa memikirkan pengembangan ke depan, tentu pola pikir seperti itu akan menghambat kemajuan desa. Kami tidak membangun untuk hari ini saja, tapi membangun ekosistem ekonomi masyarakat untuk masa depan puluhan tahun ke depan," tegasnya penuh keyakinan.
 
Bung Dodoy juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi, bijak dalam menyikapi pembangunan. Ia mengajak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan atau menjatuhkan penilaian tanpa memahami data dan perencanaan yang utuh.
 
Terakhir, Bung Dodoy berharap polemik yang dipicu narasi sesat tersebut tidak memecah belah persatuan dan fokus warga. Semangat membangun desa harus tetap berjalan lurus demi kesejahteraan bersama, tanpa terganggu oleh pandangan yang tidak berdasar.
 
"Kami tetap membuka ruang diskusi bagi siapa saja yang ingin mengetahui rencana kami secara detail. Namun, berhentilah menyebarkan informasi yang tidak benar. Mari kita dukung bersama penguatan ekonomi kerakyatan di Desa Penyak," pungkas Bung Dodoy.
Nyimas Yeni Lestari

0 Komentar