DI BAWAH LANGIT LAPAJUNG: SATLANTAS POLRES SOPPENG TABURKAN CAHAYA KESELAMATAN DAN PELAYANAN

Infokasus.id SOPPENG Sulawesi Selatan  09 MEI 2026-Malam di Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, berbalut keindahan dan ketenangan Sabtu pukul 20.00 Wita, namun menjadi jauh lebih bermakna dan berwarna. Di tengah keramaian hangat warga yang berdatangan dengan hati terbuka, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng, bergandengan tangan dengan para mahasiswa Universitas Lamappapoleonro, menghadirkan cahaya ilmu dan kepedulian lewat sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcar Lantas), serta memperkenalkan layanan emas Call Center 110 milik Polri.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan persembahan tulus kepolisian: jembatan kasih sayang yang dibentangkan hingga ke pelataran warga, guna menanamkan benih‑benih kesadaran, menumbuhkan budaya tertib, dan meyakinkan masyarakat bahwa kehadiran Polri senantiasa ada, dekat, dan siap menjaga setiap langkah perjalanan mereka.
 
Dengan tutur kata lembut namun berisi ketegasan, para pemateri andalan , AIPTU H. Mahmuddin Arsyad (Kanit Kamsel Satlantas), AIPDA Armin Arfah, S.H. (Kaurmintu), dan BRIPDA Anugrah Saputra, S.H. (Baurmintu) , memandu warga menyusuri makna mendalam berlalu lintas. Disampaikan dengan penuh kehangatan, bahwa kepatuhan bukanlah belenggu, melainkan wujud cinta kasih tertinggi; bahwa disiplin bukan beban, melainkan kunci emas agar setiap perjalanan berakhir dengan senyum dan kebahagiaan di rumah tercinta.
 
Mereka mengajak seluruh warga merenung dan memahami: jalan raya adalah rumah bersama, maka harus dijaga dengan rasa saling menghargai. 

Di sinilah hakikat Kamseltibcar Lantas bersemayam: aman karena dijaga, selamat karena berhati‑hati, tertib karena patuh, dan lancar karena saling mengalah.
 
Warga juga diajak menyapa wajah baru penegakan hukum yang berkeadilan dan berintegritas: sistem Tilang Elektronik atau E-TLE. Teknologi ini dihadirkan bukan untuk menakuti, melainkan menjamin keadilan mutlak; agar penegakan hukum berjalan jujur, transparan, akuntabel, dan sama rata bagi siapa saja, tanpa pandang siapa dan dari mana. Sebuah langkah indah mewujudkan harapan masyarakat akan hukum yang adil dan jernih.
 


Salah satu momen yang paling menyentuh hati adalah ketika petugas memperkenalkan layanan Call Center 110 , layanan berharga yang bisa diakses gratis, siang malam tanpa henti, 24 jam penuh. Dijelaskan dengan lembut bahwa nomor ini adalah sahabat setia, penolong cepat, dan tempat bersandar saat kegelisahan datang. Entah itu musibah kecelakaan, ancaman keamanan, bencana alam, atau apa pun yang butuh uluran tangan, cukup hubungi 110, maka Polri akan hadir secepat kilat membawa ketenangan dan pertolongan.

 
Kepala Kepolisian Resor Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan yang penuh keindahan makna ini. Baginya, langkah turun langsung berbagi ilmu dan menyapa rakyat adalah bukti nyata bahwa Polri lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan mengabdi untuk kemuliaan rakyat.
 
"Kami ingin menanamkan di setiap jiwa: budaya tertib lahir dari pemahaman, dan rasa aman tumbuh dari kepercayaan. Melalui malam indah ini, kami berharap masyarakat semakin paham bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan layanan 110 adalah bukti janji kami: bantuan selalu ada, perlindungan selalu dekat. Jalan yang indah dan aman, tercipta bila kita berjalan seiring, sehati, dan sama‑sama menjaga," ujar AKBP Aditya Pradana dengan nada lembut namun berwibawa.
 
Beliau kembali menegaskan arah langkah: Polres Soppeng akan senantiasa menempatkan pencegahan dan edukasi sebagai prioritas utama. Membina, mengingatkan, dan menyadarkan jauh lebih mulia daripada sekadar menindak. Tujuannya satu: menekan angka kecelakaan, menjauhkan bahaya, dan menjadikan jalanan Bumi Latemmamala ini sebagai jalan damai yang penuh berkah.
 
Hadirnya para mahasiswa Universitas Lamappapoleonro menjadi lukisan indah dalam kegiatan ini. Sebuah persimpangan kebaikan: sinergi antara penegak hukum, dunia ilmu pengetahuan, dan masyarakat luas. Kolaborasi ini menjadi janji manis masa depan: bersama‑sama menjaga kedamaian, merawat ketertiban, dan mewariskan budaya tertib yang abadi.
 
Malam itu pun berlalu dengan kenangan manis yang terpatri di dada. Warga Kelurahan Lapajung pulang membawa bekal ilmu berharga dan ketenangan hati. Di ujung langit, bintang‑bintang bersinar lebih terang, seolah turut merestui: di sini, di tanah yang indah ini, keselamatan dan pelayanan hadir sebagai cahaya abadi, menerangi setiap perjalanan warga Soppeng hingga ke ujung masa depan.

0 Komentar