Infokasus.id Pangkalpinang, 16 MEI 2026 - Toleransi rakyat Bangka Belitung terhadap kelalaian, pembiaran, dan dugaan mafia di balik tembok penjara akhirnya habis sudah. Kekecewaan mendalam publik yang menumpuk berbulan-bulan lamanya kini meledak menjadi gelombang aksi besar. Jejaring Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) yang menggabungkan kekuatan insan pers, elemen masyarakat sipil, pemuda, dan akademisi, secara resmi mengumumkan langkah tegas: Mereka akan mengerahkan ratusan massa untuk mengepung Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kanwil IMPAS) serta Kantor Bea Cukai Pangkalpinang pada Kamis, 21 Mei 2026 mendatang.
Ini bukan sekadar aksi protes biasa. Ini adalah keputusan mutlak rakyat sebagai respons keras atas beredarnya kembali bukti nyata berupa rekaman video yang memperlihatkan narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang dengan santai dan leluasa memegang serta menggunakan handphone dari dalam kamar huniannya sendiri. Pemandangan yang menyakitkan ini menjadi pukulan telak yang membungkam semua alasan manis soal “sistem pengamanan ketat” yang selama ini digembar-gemborkan.
Video Viral: Bukti Nyata Keruntuhan Sistem dan Pembiaran Terencana
Kisah kelam ini sesungguhnya sudah lama menjadi catatan hitam. Sebelum video terbaru ini menyebar luas ke seantero jagat maya, KBO Babel sebenarnya sudah pernah melayangkan surat pengaduan resmi yang sangat rinci dan berat langsung ke meja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta. Isinya adalah peringatan keras mengenai dugaan kuat adanya pembiaran, kelalaian sistemik, dan lemahnya kontrol yang membuat barang-barang terlarang bebas keluar masuk seolah tak ada pagar.
Namun, jawaban yang dinanti tak kunjung datang. Perubahan yang diharapkan tak terlihat batang hidungnya. Sebaliknya, yang muncul justru bukti baru yang makin memilukan: Narapidana narkoba, yang seharusnya menjadi orang paling diawasi di negeri ini, ternyata hidup nyaman, terhubung dengan dunia luar, dan seolah memegang kendali penuh, sementara petugas hanya menjadi penonton.
“Kondisi ini sudah melampaui batas kewajaran. Ini bukan lagi soal HP yang lolos pemeriksaan, tapi soal hancurnya marwah penegakan hukum. Ini bukti bahwa di Lapas Narkotika Pangkalpinang, hukum ditaati oleh yang lemah, tapi diinjak-injak oleh yang punya akses dan uang. Keberadaan alat komunikasi itu adalah bukti nyata bahwa jaringan kejahatan masih beroperasi lancar dari balik jeruji besi, diduga kuat dengan keterlibatan atau setidaknya restu diam-diam oknum pengamanan,” tegas Rikky Fermana, Penanggungjawab KBO Babel, dengan nada bergetar menahan amarah, Sabtu (16/5/2026).
TUNTUTAN MUTLAK TAK TERTAWAR: COPOT, BONGKAR, DAN GANTI!
Massa yang akan turun ke jalan nanti tidak lagi meminta dibukakan pintu diskusi, karena pintu itu sudah lama tertutup rapat oleh kebohongan. Lewat spanduk dan suara lantang, rakyat akan menyuarakan 4 tuntutan sakti yang wajib dipenuhi:
1. PencopotAN Jabatan Tanpa Bela:
Secara tegas dan langsung menuntut dicopotnya Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang beserta Kepala Seksi Pengamanan dan Ketertiban (KPLP). Keduanya dinilai gagal total, tidak becus memimpin, dan terbukti tidak mampu menjaga wilayah kerjanya. Jabatan itu bukan tempat untuk orang yang hanya datang, duduk, dan pulang dengan gaji, tapi tak bekerja dengan hati dan integritas.
2. Evaluasi Total & Rotasi Besar-besaran:
Bersihkan jajaran! Oknum-oknum petugas yang sudah terlalu lama bernaung di tempat yang sama, yang dinilai menjadi bagian dari masalah, yang akrab dengan pelaku kejahatan, dan yang menganggap pelanggaran sebagai hal biasa, WAJIB DIPINDAHKAN SEKARANG JUGA. Jangan biarkan mereka semakin akrab lalu membuat aturan sendiri.
3. Bongkar Jalur Keluar-Masuk Barang Terlarang:
Video HP hanyalah puncak gunung es. Di bawahnya ada ribuan barang terlarang lain. Rakyat menuntut diketahui siapa yang membuka gerbang, siapa yang dibayar, dan bagaimana barang-barang itu lolos. Jika perlu, telusuri sampai ke pintu gerbang utama, karena ada dugaan kuat keterkaitan dengan lembaga lain yang bertugas mengawasi arus masuk barang.
4. Tindakan Nyata, Bukan Sandiwara Seremonial:
Rakyat sudah mual melihat pola yang sama: Begitu ada masalah, langsung diadakan “Razia Besar”, lalu heboh di media, setelah itu hening kembali, dan pelanggaran muncul lagi. Cukup! Kami tidak butuh sandiwara. Kami butuh sistem yang bekerja 24 jam, yang memastikan tidak ada satu pun benda terlarang bisa masuk.
300 KEKUATAN BERSATU: DARI KANWIL IMPAS MENUJU BEA CUKAI
Aksi ini diprediksi akan menjadi salah satu demonstrasi damai terbesar yang pernah digelar oleh elemen sipil di Pangkalpinang. Surat pemberitahuan akan resmi diserahkan ke kepolisian pada Senin, 18 Mei 2026, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Lebih dari 300 orang dipastikan akan hadir memenuhi halaman kantor pemerintah, menyatukan barisan dari berbagai elemen bangsa yang peduli:
- Insan Pers jejaring KBO Babel
- LSM TOPAN-RI DPW Babel
- Pemuda Pangkalpinang Bersuara (PPB)
- Aliansi Masyarakat Terzolimi (ALMASTER)
- Gerakan Pemuda Pangkalpinang Bersatu (GPPB)
- Organisasi Kemasyarakatan, Pemuda, hingga Mahasiswa dari berbagai kampus.
Poin paling krusial dan menjadi sorotan tajam pemerintah pusat adalah: Aksi ini TIDAK BERHENTI di Kanwil IMPAS.
Rencananya, usai menyuarakan aspirasi di kantor pemasyarakatan, seluruh rombongan akan bergerak serentak dan tertib menuju Kantor Bea Cukai Pangkalpinang.
Langkah ini bukan kebetulan semata, melainkan tindak lanjut logis dari surat pengaduan KBO Babel yang juga dikirimkan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta. Publik menduga kuat adanya keterkaitan alur pengawasan barang masuk yang bolong, yang menjadi jalan tikus masuknya barang-barang terlarang hingga ke dalam sel penjara. Dua institusi ini kini berada di titik pusat sorotan kaca pembesar rakyat.
AKHIR DARI KETIDAKPEDULIAN
“Kami tegaskan sekali lagi, aksi ini bukanlah bentuk permusuhan terhadap institusi negara. Ini adalah cinta kami kepada negara dan hukum yang membuat kami marah saat melihatnya diinjak-injak. Kami tidak ingin lembaga ini runtuh karena ulah segelintir tikus. Kami ingin IMPAS dan Bea Cukai kembali menjadi institusi yang bersih, harum, dan dipercaya sepenuhnya oleh rakyatnya,” tegas Rikky, menutup pernyataannya yang berapi-api.
Tanggal 21 Mei 2026 akan menjadi hari penentuan. Apakah jeritan rakyat akan didengar dan dijawab dengan pembenahan nyata, atau akan diabaikan sehingga memicu kemarahan yang jauh lebih besar lagi? Mata seluruh Bangka Belitung kini terpaku ke sana.
Nyimas Yeni Lestari

0 Komentar