Jalan Hanya Bertahan 3 Bulan! MAUNG Kalbar: Ini Indikasi Jelas Ada Penyimpangan, Pelanggaran Hukum, dan Kerugian Uang Rakyat

Infokasus.id Pontianak, Kalbar , 31 Mei 2026 - Kenyataan pahit kembali terjadi di Kalimantan Barat. Ruas jalan provinsi Nanga Mau–Tebidah sepanjang 32 km di Kabupaten Sintang yang baru saja rampung dibangun dan diresmikan sekitar 2–3 bulan lalu, kini kondisinya sudah RUSAK PARAH, berlubang besar, dan tidak layak dilalui kendaraan. Padahal proyek ini dibiayai sepenuhnya menggunakan DANA RAKYAT melalui APBD Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2025.
 
Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan mendalam. Anggota Komisi IV DPRD Kalbar, Suyanto Tanjung, bahkan telah meminta KPK turun langsung mengusut kasus ini. Sikap ini didukung penuh oleh MAUNG Kalbar (Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan) yang menilai kejadian ini adalah INDIKASI JELAS ADANYA PENYIMPANGAN DAN PELANGGARAN HUKUM.
 
“Bagaimana mungkin jalan yang seharusnya berumur pakai bertahun-tahun, malah hancur lebur hanya dalam hitungan bulan? Ini bukan nasib buruk, tapi rekayasa. Sangat terindikasi kuat ada pengurangan kualitas bahan, spesifikasi tidak sesuai kontrak, serta pengawasan yang nol persen. Uang rakyat miliaran rupiah terbuang percuma dan menimbulkan kerugian negara yang sangat besar,” tegas MAUNG Kalbar.


Secara hukum, hal ini jelas melanggar UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa, serta UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Penyedia jasa maupun pejabat yang bertanggung jawab wajib menjamin mutu bangunan dan dapat dipidana jika terjadi kegagalan konstruksi yang merugikan negara.
 
MAUNG Kalbar mendesak KPK dan penegak hukum segera membuka penyelidikan:
Cek kesesuaian bahan dan spesifikasi teknis dengan dokumen kontrak
Telusuri proses pengawasan dan pengujian mutu selama pekerjaan
Ungkap siapa yang paling diuntungkan dari rendahnya kualitas pembangunan
Segera evaluasi kinerja kontraktor dan pejabat terkait, serta proses hukum jika terbukti bersalah
 
“Infrastruktur adalah tulang punggung ekonomi, khususnya bagi petani dan masyarakat Sintang yang kini makin menderita akibat jalan rusak di tengah harga komoditas yang sedang anjlok. Jangan biarkan kasus ini berhenti jadi omongan saja, harus ada yang bertanggung jawab dan membayar kerugian ini,” tegas pernyataan tersebut.
 
Publisher : TIM-RED
Penulis : TIM MAUNG
 
 
 

0 Komentar