Infokasus.id POLEWALI MANDAR ,SulawesiSelatan, 28 Mei 2026 – Di tengah lembah dan bukit Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tersembunyi sebuah desa yang indah namun terasing: Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo. Kondisi jalan yang berkelok, terjal dan sulit dilalui seringkali membuat wilayah ini terlewatkan dari jangkauan perhatian dan bantuan. Namun, pada Kamis yang penuh berkah ini, jalan terjal itu pun tak lagi menjadi penghalang. Suasana haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti setiap sudut desa, saat Pondok Pesantren Al Hafisku berkolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla hadir membawa cahaya dan kasih sayang melalui program mulia “Tebar Qurban Pelosok”.
Bagi masyarakat Tenggelang, Idul Adha selama ini sering terasa jauh dan hanya menjadi tontonan belaka. Kini, hal itu berubah sepenuhnya. Berkat inisiatif dan ketekunan Ust. Jumadil Al Fath, S.Pd., SQ., C.MQ, selaku Dai Desa Binaan LAZ Hadji Kalla sekaligus Koordinator Program, amanah mulia dari para dermawan berhasil sampai tepat ke tangan yang berhak, menembus segala keterbatasan akses dan jarak.
Perjalanan mewujudkan kebaikan ini pun memiliki kisah yang luar biasa. Penggalangan dana dan amanah qurban dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, hanya beberapa hari menjelang hari raya, melalui jaringan dan pesan kebaikan di media sosial. Di tengah keterbatasan waktu dan tugas dakwah di lokasi, respons kebaikan mengalir deras seolah tak terbendung.
“Allah SWT sungguh membukakan pintu-pintu kebaikan dari segala penjuru. Kami menerima amanah dan kepercayaan mulia dari para muhsinin yang tulus, mulai dari Makassar, berbagai kota di Pulau Jawa, hingga dari jauh Sumatera. Sungguh, ini adalah karunia dan pertolongan-Nya,” ungkap Ust. Jumadil dengan mata yang berbinar bahagia.
Dari usaha yang penuh ketulusan itu, terkumpul sebanyak delapan ekor kambing qurban yang berasal dari donatur luar daerah. Hewan-hewan tersebut kemudian disembelih dan dagingnya dibagikan secara merata dan adil ke enam dusun yang tersebar dan saling berjauhan di wilayah tersebut. Namun, keberhasilan yang paling membanggakan dan menyentuh hati adalah tumbuhnya kesadaran dan semangat berbagi dari masyarakat sendiri. Melalui pendekatan dakwah yang lembut dan edukasi yang terus dilakukan, hati masyarakat perlahan terbuka. Tahun ini, warga yang memiliki kemampuan pun turut bergembira berbagi dengan menyembelih tiga ekor sapi qurban sebagai wujud keimanan dan persaudaraan yang kian erat.
Bagi Ust. Jumadil, perjalanan ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau penyembelihan hewan semata. Ia melihat makna yang jauh lebih dalam dan luas. Selama bertugas dan berinteraksi langsung, ia menyaksikan kenyataan hidup masyarakat yang begitu sederhana dan penuh keterbatasan: rumah-rumah yang dibangun seadanya, sulitnya mendapatkan akses air bersih hingga ibu-ibu harus berjalan jauh dan memikul beban berat demi kebutuhan sehari-hari, serta anak-anak yang tumbuh dengan segala keterbatasan fasilitas namun tetap memancarkan ketulusan dan senyum yang tulus.
“Melihat anak-anak tumbuh dalam segala kekurangan dan keterbatasan, kami semakin paham bahwa dakwah itu tidak cukup hanya dengan menyampaikan ilmu dan nasihat. Dakwah sejati adalah menghadirkan ketulusan, kepedulian, dan kasih sayang nyata yang terasa hingga ke dalam hati sanubari,” jelasnya dengan nada yang penuh keprihatinan namun juga penuh harapan.
Kehadiran tim qurban dan pembagian daging ini membawa kebahagiaan yang tak terlukiskan. Di wajah setiap warga tampak jelas pancaran rasa gembira dan syukur yang mendalam. Banyak di antara mereka yang dengan mata berkaca-kaca mengaku, baru kali ini dalam hidupnya mereka merasakan nikmatnya daging qurban dan merasakan kebersamaan di hari yang mulia ini. Air mata haru menjadi saksi bahwa kehadiran para relawan telah membawa secercah harapan baru yang begitu berharga.
Kisah indah dan mulia ini tentu saja tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari LAZ Hadji Kalla serta sinergi yang harmonis dengan berbagai institusi pendidikan dan pengajaran, antara lain Kampus Thullab, Kampus Sunni, Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Hafisku, dan Quranic Squad Academy. Semangat persatuan dan ukhuwah ini membuktikan bahwa ketika kita berjalan bersama demi kebaikan, segala tantangan dan keterbatasan akan mampu kita atasi demi kesejahteraan sesama.
Mengambil pelajaran dari firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 148: “Maka berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan,”, Ust. Jumadil menyampaikan harapan besarnya agar gerakan “Tebar Qurban Pelosok” ini dapat terus tumbuh, meluas, dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Ia mengingatkan bahwa kebutuhan dan harapan masyarakat yang tinggal di daerah-daerah pedalaman masih sangat besar, sementara jangkauan dan bantuan yang ada saat ini masih sangat terbatas dan jauh dari mencukupi.
“Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Semoga setiap tetes darah hewan qurban ini menjadi jalan pembuka keberkahan, pengikat persaudaraan yang kokoh, dan wujud nyata kepedulian yang abadi di tengah kehidupan umat. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” pungkasnya menutup kegiatan dengan doa yang tulus dan menyentuh hati.
Timred

0 Komentar