Perkuat Persaudaraan Tanah Sintang, Ketua DPW RAJAWALI Kalbar Imam Fauzi Gelar Obrolan Hangat Bersama Panglima Asap

Infokasus.id SINTANG, Kalimantan Barat – 30 Mei 2026 – Suasana yang begitu hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan bermakna antara pemimpin organisasi dan tokoh adat di Kabupaten Sintang. Imam Fauzi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Kalimantan Barat, melangsungkan pertemuan strategis yang sarat nilai bersama tokoh masyarakat adat Dayak yang sangat dihormati, Andreas, yang lebih dikenal luas dengan gelar adatnya, Panglima Asap. Pertemuan penuh kebersamaan ini berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026.
 
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi terbuka dan mendalam yang mengangkat isu-isu krusial dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, dengan fokus utama pada penguatan toleransi antar-suku dan antar-umat beragama, serta penghormatan yang tulus dan mendalam terhadap keberagaman budaya yang menjadi identitas dan kekayaan terindah di wilayah Kabupaten Sintang.
 
Dalam perbincangan yang berlangsung begitu akrab dan penuh pengertian, kedua tokoh ini saling bertukar pandangan dan pemikiran, serta sama-sama mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap situasi sosial yang berkembang belakangan ini. Bersama-sama mereka menyayangkan masih terdapatnya upaya-upaya adu domba yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Tindakan semacam ini dinilai sangat berbahaya dan memiliki potensi besar untuk mengganggu keharmonisan, bahkan merusak tatanan kerukunan yang telah dipupuk dan terjalin dengan begitu baik di tengah masyarakat Sintang selama bertahun-tahun lamanya.
 
Imam Fauzi menekankan pesan yang begitu mendalam, bahwa menjaga keharmonisan, kedamaian, dan persatuan bukanlah tugas yang hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan merupakan tanggung jawab suci yang harus dipikul dan dilaksanakan oleh seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali. Menurutnya, langkah yang paling tepat dan ampuh untuk menangkal berbagai isu negatif, informasi yang belum jelas kebenarannya, serta potensi konflik sosial adalah dengan terus membangun solidaritas yang kokoh dan tak tergoyahkan, serta menciptakan jalur komunikasi yang senantiasa aktif, terbuka, dan penuh rasa saling percaya di antara berbagai komunitas yang hidup berdampingan di tanah ini.
 
“Kita tidak boleh sedikit pun merasa lengah atau abai. Perbedaan suku, agama, dan budaya yang ada di sini adalah kekayaan yang luar biasa dan anugerah yang patut kita syukuri sepenuh hati. Namun, kekayaan yang indah ini bisa menjadi hal yang rawan dan menjadi celah perpecahan jika kita diam saja, membiarkan diri terpecah belah, dan tidak saling menjalin komunikasi yang baik. Komunikasi yang aktif, rasa saling mengerti, serta kepercayaan yang tulus antar sesama warga adalah benteng terkuat dan paling kokoh yang kita miliki untuk mencegah segala bentuk perselisihan dan konflik yang tidak diinginkan,” ujar Imam Fauzi dengan nada yang tulus dan penuh kesungguhan.
 
Sementara itu, Andreas atau Panglima Asap, selaku wakil dan tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat adat Dayak di wilayah ini, menegaskan kembali bahwa prinsip keharmonisan yang mendalam, persaudaraan yang erat, serta semangat gotong royong dan kerja sama yang tulus sudah menjadi bagian dari darah daging, nilai luhur, dan warisan budaya yang selalu dijunjung tinggi serta dilestarikan dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat adat di tanah ini sejak zaman dahulu kala. Ia pun menyerukan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sintang untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan yang erat, terus saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada sebagai kekuatan besar yang dimiliki bersama. Ia juga mengingatkan dan mengimbau dengan penuh perhatian agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, terhasut, maupun percaya begitu saja terhadap berbagai isu yang sifatnya hanya ingin memecah belah persaudaraan dan kerukunan yang sudah terjalin begitu baik.
 
Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan dan hikmat ini akhirnya membuahkan satu tekad bulat serta kesepahaman yang sangat mendalam dari kedua tokoh yang hadir. Baik Imam Fauzi maupun Panglima Asap sepakat dan berkomitmen penuh dengan hati yang tulus untuk terus bekerja sama, bergandengan tangan, dan saling mendukung satu sama lain dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, persatuan, serta kerukunan hidup antarwarga di Kabupaten Sintang. Hal ini menjadi semakin penting dan mendesak untuk dilaksanakan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang bisa saja muncul sewaktu-waktu, yang sering kali dipicu oleh beredarnya informasi yang belum tentu benar atau isu yang disebarkan dengan niat buruk oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
Sebagai penutup, pertemuan indah ini menjadi bukti nyata yang begitu menginspirasi bahwa keberagaman yang ada di tanah Sintang adalah kekuatan mulia yang harus dijaga, dipelihara, dan diperkuat bersama, demi terciptanya masyarakat yang senantiasa damai, aman, rukun, dan sejahtera dalam kebersamaan yang abadi.
 
Diterbitkan oleh: TIM/RED
Penulis: Hairil, Sekretaris DPW RAJAWALI Kalbar
 #RAJAWALI #Persatuan #Toleransi #Sintang #KalimantanBarat #Keberagaman #Persaudaraan

0 Komentar