Infokasus.id Pinrang Sulawesi Selatan , 16 MEI 2026 - Di tengah riuh permasalahan yang senantiasa membelit kehidupan masyarakat tani, mulai dari ketidakpastian harga jual hingga tingginya beban biaya produksi, Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pinrang dengan lantang menegaskan satu kebenaran mutlak: kehadiran organisasi yang kuat, bersatu, dan terstruktur adalah senjata utama serta alat perjuangan kolektif yang tak tergantikan demi meraih keadilan dan kesejahteraan.
Pernyataan sikap yang sarat makna dan tekad bulat ini disampaikan secara resmi melalui rilis pers yang dikirimkan kepada awak media pada Jumat, 15 Mei 2026, menyusul suksesnya pelaksanaan Musyawarah SPI Kabupaten Pinrang yang digelar penuh semangat persaudaraan pada Senin, 11 Mei 2026 lalu. Forum bersejarah ini dihadiri langsung oleh perwakilan petani yang datang berbondong‑bondong dari berbagai pelosok desa di wilayah Pinrang, berkumpul dalam satu tekad yang sama: membangun masa depan pertanian yang lebih adil, mandiri, dan bermartabat.
Berjuang Bukan Lagi Sendirian: Wadah Adalah Kekuatan
Ketua Panitia Musyawarah, yang akrab disapa Bung Alex, mengungkapkan keprihatinan sekaligus harapan besarnya. Ia menilai, selama berpuluh‑puluh tahun lamanya, petani kerap dihadapkan pada nasib yang sama: menyelesaikan persoalan raksasa sendirian, tanpa payung pelindung, dan tanpa kekuatan tawar yang memadai. Kondisi inilah yang menempatkan posisi petani selalu lemah, mudah digiring oleh arus permainan pasar yang tidak adil, serta kerap terabaikan dari prioritas kebijakan negara.
"Sudah saatnya dan sudah seharusnya petani memiliki wadah perjuangan yang nyata. Sebuah tempat untuk belajar bersama, tempat menyuarakan keluh kesah tanpa rasa takut, dan tempat memperjuangkan nasib kita secara kolektif. Kita tidak bisa lagi berjuang sendiri‑sendiri melawan sistem yang besar. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh — itulah prinsip utama kita," ujar Bung Alex dengan nada mantap dan penuh keyakinan.
Isu paling krusial dan menjadi luka terbasuh hingga hari ini, kata Alex, adalah nasib harga hasil panen yang senantiasa dipermainkan. Di saat biaya hidup dan produksi terus menanjak naik, harga jual gabah maupun komoditas pertanian justru sering jatuh bebas, jauh di bawah angka kewajaran dan kebutuhan hidup layak. Hal ini terjadi karena lemahnya perlindungan nyata dari pemerintah terhadap stabilitas harga.
"Hingga hari ini, harga hasil keringat petani masih sangat rentan digerakkan seenaknya. Perlindungan negara belum terasa nyata di lapangan. Oleh sebab itu, kita butuh SPI sebagai garda terdepan yang mampu memperjuangkan harga yang layak secara bersama‑sama, terorganisir rapi, dan memiliki kekuatan tawar yang tak bisa dipandang sebelah mata oleh siapa pun," tegasnya.
Muh. As’ad Terpilih Pimpin SPI Pinrang: Tekan Biaya Produksi Lewat Pertanian Mandiri
Momen puncak musyawarah ini terwujud lewat kesepakatan bulat para peserta yang menetapkan Muh. As’ad sebagai Ketua SPI Kabupaten Pinrang yang baru, diberi amanah besar untuk memimpin tonggak perjuangan petani di masa mendatang.
Dalam pidato pelantikannya yang penuh haru dan tekad, Muh. As’ad menegaskan bahwa perjuangan SPI Pinrang tidak akan terpaku pada satu isu saja. Selain berjuang mati‑matian menuntut keadilan harga, organisasi ini juga akan bergerak agresif memutus rantai ketergantungan yang selama ini menjadi beban berat petani kecil: tingginya biaya produksi akibat mahalnya sarana pertanian.
Jalan tengah dan strategi jitu yang ditawarkan adalah kembalinya pertanian ke jalan yang alami, mandiri, dan ramah lingkungan.
"SPI Pinrang akan melangkah pasti memprogramkan pembuatan pupuk organik secara masif, pengembangan sistem pertanian organik berkelanjutan, hingga pengelolaan lahan yang sehat. Ini adalah langkah strategis utama kita untuk mengurangi ketergantungan berlebih pada pupuk kimia yang harganya selalu melambung. Tujuannya jelas: biaya produksi petani dapat ditekan drastis, dan di saat yang sama masyarakat pun mendapatkan hasil pertanian yang sehat, bersih, dan aman dikonsumsi," ungkap Muh. As’ad di hadapan ratusan anggotanya.
Dukungan Luas, Harapan Besar
Semangat persatuan dalam musyawarah ini terasa begitu kental dan hangat. Forum dihadiri dan diisi oleh aspirasi murni para petani yang hadir mewakili Desa Samaenre, Desa Patobong, Desa Siwolong Polong, serta Desa Massulo Walie dari Kecamatan Mattiro Sompe; Desa Marannu (Kecamatan Mattirobulu); hingga Desa Benteng Paremba di Kecamatan Lembang. Semuanya hadir dengan satu suara, satu niat suci.
Melalui wadah SPI Kabupaten Pinrang ini, para petani menaruh harapan besar agar tercipta kekuatan perjuangan yang konsisten, tak kenal lelah mengawal setiap hak rakyat tani, menuntut keadilan harga yang nyata, serta mendesak lahirnya kebijakan pertanian yang benar‑benar berpihak pada mereka yang bekerja mengolah bumi, bukan pada mereka yang hanya duduk menikmati hasilnya.
SPI Pinrang berdiri tegak: dari petani, oleh petani, untuk kesejahteraan petani dan pangan bangsa.
(Sumber: SPI Kabupaten Pinrang | Tim Redaksi)

0 Komentar