SUARA RAKYAT MENGGEMA! KOALISI GERAKAN RAKYAT GELAR MAY DAY FEST, TUNTUT KEADILAN SOSIAL!

Infokasus.id Makassar Sulawesi Selatan  – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, gelombang aspirasi rakyat kembali bergulir dengan gagah. Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) resmi merilis pernyataan sikap politik yang tegas, menjadikan momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan konsolidasi besar perjuangan kelas pekerja melawan ketimpangan.

May Day kali ini diwarnai dengan pendekatan baru yang inklusif dan humanis melalui May Day Fest 2026, sebuah wadah persatuan bagi buruh, petani, pedagang, hingga mahasiswa untuk bersatu menyuarakan kebenaran.

"BUKAN SEKADAR PERINGATAN, TAPI PERJUANGAN HIDUP MATI"

Dalam dokumen sikapnya, KGR menegaskan bahwa sejarah May Day lahir dari darah dan air mata melawan sistem yang menindas. Sayangnya, hingga kini realita pahit masih dirasakan rakyat.

Sistem kerja kontrak dan outsourcing masih merajalela, menciptakan ketidakpastian, upah yang tidak manusiawi, hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang semakin masif. Kebijakan pemerintah dinilai gagal menepati janji lapangan kerja berkualitas.

"Ini bukan sekadar perbedaan pendapat. Ini adalah kenyataan pahit bahwa perlindungan terhadap buruh masih sangat lemah, sementara kebijakan lebih condong pada kepentingan modal," tegas pernyataan sikap tersebut. 

RAKYAT KECIL TERANCAM, AGRARIA TERKONSOLIDASI

KGR tidak hanya berbicara soal buruh. Nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pasar tradisional juga menjadi sorotan pedas. Kebijakan penataan kota yang berujung pada penggusuran tanpa solusi jelas dinilai mematikan ruang hidup rakyat kecil dan memicu konflik sosial.

Sementara itu, persoalan agraria semakin memprihatinkan. Tanah semakin dikuasai elit dan korporasi, sementara akses rakyat semakin sempit. KGR menuntut reforma agraria sejati dan kepastian hak, termasuk bagi warga di Kelurahan Bontoduri, Makassar.

MAY DAY FEST: RAJUT KEMBALI PERSATUAN YANG TERFRAGMENTASI 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, May Day 2026 di Makassar dikemas dengan semangat persatuan melalui May Day Fest. Kegiatan ini dirancang inklusif, melibatkan berbagai elemen, bahkan aparat keamanan, dalam rangkaian jalan santai, rapat akbar, bazar UMKM, hingga panggung rakyat 

Langkah ini dinilai strategis untuk merajut kembali ikatan persaudaraan yang sempat terpecah, demi kekuatan perjuangan yang lebih dahsyat.

TUNTUTAN TEGAS: HAPUS OUTSOURCING, CABUT UNION BUSTING!

KGR menyuarakan tuntutan yang sangat jelas dan tidak bisa ditawar lagi:

Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak pada buruh.

PENGHAPUSAN TOTAL sistem outsourcing dan upah murah.

 Perlindungan hukum bagi korban PHK dan penghentian praktik union busting (pembubaran serikat).

 Perumahan layak, jaminan sosial, dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

 Penyelesaian konflik agraria melalui Reforma Agraria Sejati.

Sebagai solusi strategis, KGR juga mendorong nasionalisasi aset vital di bawah kontrol rakyat, industrialisasi mandiri, dan perluasan akses pendidikan bagi yang tidak mampu.

"MOMENTUM PERUBAHAN BAGI SELURUH RAKYAT"

Pernyataan sikap ini didukung penuh oleh seluruh organisasi buruh, mahasiswa, dan komunitas rakyat yang tergabung

"May Day 2026 harus menjadi titik tolak. Saatnya memperkuat solidaritas dan memperluas perjuangan kolektif demi terwujudnya sistem yang adil dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas KGR dengan penuh keyakinan.


Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM REDAKSI

0 Komentar