HADYSA PRANA: TEGUH SEPERTI MAUNG, TAJAM PANDANGANNYA SEPERTI RAJAWALI, BERSATU MELANGKAH MEMBANGUN PERADABAN YANG LEBIH BAIK

Infokasus.id JAKARTA, 02 JUNI 2026 – Di tengah perjalanan panjang mengukir sejarah pengabdian bangsa, dua kekuatan besar yang saling melengkapi,MAUNG (Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan) serta RAJAWALI (Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia) kini melangkah dengan pondasi kearifan luhur yang kokoh. Semangat budaya bangsa, khususnya warisan bijak leluhur Tatar Sunda, dijadikan kompas utama dalam setiap gerak langkah organisasi.

Pesan mendalam ini disampaikan secara langsung oleh Hadysa Prana, Pendiri sekaligus Ketua Umum kedua organisasi tersebut, saat memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota di seluruh Nusantara. Momen ini menjadi pematang langkah menyongsong pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gabungan Nasional yang akan segera digelar.
 
MENGHIDUPKAN KEMBALI WARISAN LELUHUR
 
Dalam bimbingannya yang penuh makna, Hadysa Prana mengajak segenap elemen organisasi untuk merenungi falsafah agung tanah Pasundan yang menjadi jiwa perjuangan:
 
“Dinu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga”
 
Artinya: Apa yang kita nikmati atau jalani saat ini adalah hasil dari masa lalu, dan apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk bekal di masa depan.
 
Kalimat singkat namun sarat hikmah ini, menurut Hady, bukan sekadar pepatah, melainkan pedoman suci pengabdian. Segala kemajuan dan ketertiban hari ini adalah buah perjuangan pendahulu. Sebaliknya, apa yang kita tanam,kejujuran, kebaikan, dan perbaikan,hari ini, akan menjadi warisan emas bagi anak cucu di masa depan.
 
“Falsafah ini mengajarkan kita bersyukur atas apa yang ada, namun sekaligus menanamkan tanggung jawab besar: Jangan rusak warisan luhur itu, tapi sempurnakanlah demi masa depan yang lebih mulia,” tegasnya.
 
FILOSOFI KEKUATAN: MAUNG DAN RAJAWALI, DUA JIWA SATU TUJUAN
 
Lebih jauh, Hadysa Prana menguraikan makna filosofis di balik nama dan lambang yang diusung, yang kini menjadi nafas pergerakan menyongsong Rakornas Gabungan:
 
MAUNG: SIMBOL KETEGUHAN DAN KEKUATAN PEMBELA KEBENARAN
 
Nama MAUNG (Harimau) melambangkan karakter mulia yang kokoh dan berwibawa:
Berani & Tegas: Seperti harimau yang menjaga wilayahnya, MAUNG hadir berani menyuarakan kebenaran, mengawal kebijakan negara, dan menindak ketidakadilan tanpa rasa takut, namun tetap pada jalur yang benar.

Kuat & Tangguh: Memiliki mental baja menghadapi segala rintangan dalam mengemban amanah pengawasan dan pengabdian kepada negara.

Pelindung & Penjaga: Menjadi benteng kokoh yang menjaga hak rakyat dan memastikan roda pemerintahan berjalan dalam koridor hukum yang lurus.


Bijaksana: Kekuatan digunakan bukan untuk menindas yang lemah, melainkan untuk menegakkan keseimbangan dan keadilan hakiki.
 
RAJAWALI: SIMBOL KETAJAMAN PANDANGAN DAN KEBEBASAN BERPIKIRAN
 
Sementara itu, nama RAJAWALI (Elang) dipilih sebagai cerminan karakter insan informasi dan pencerahan bangsa:

Pandangan Jauh & Tajam: Mampu mengamati dari ketinggian, menelusuri fakta tersembunyi, serta membaca dampak jangka panjang dari setiap peristiwa dan kebijakan.

Terbang Tinggi & Bebas: Berani menembus segala batas rintangan, bebas dari belenggu kepentingan golongan, serta mandiri dalam menyampaikan kebenaran yang hakiki.

Cerdas & Cermat: Selalu bertindak berbasis data dan fakta nyata, teliti dalam menyampaikan informasi, serta mampu mengarahkan pandangan masyarakat menuju cahaya kebenaran.
 
“MAUNG adalah kekuatan pengawasan dan pembela kebenaran; RAJAWALI adalah ketajaman pandangan dan penyampai kebenaran. Keduanya saling melengkapi, bersatu hati, dalam satu tujuan luhur: Membangun tata kehidupan bangsa yang lebih bersih, beradab, dan sejahtera,” jelas Ketua Umum dengan tegas.
 
MENYONGSONG RAKORNAS: BEKAL MASA KINI, WARISAN MASA DEPAN
 
Menjelang pertemuan akbar Rapat Koordinasi Nasional Gabungan Nasional, Hadysa Prana berharap setiap langkah yang diambil menjadi amal jariyah bagi kemajuan organisasi dan bangsa.
 
“Mari kita jadikan momen Rakornas ini sebagai titik tolak sejarah. Bawa pengalaman baik masa lalu, perbaiki segala kekurangan, dan susun strategi kerja yang matang. Apa yang kita hasilkan dalam pertemuan besar ini, kelak akan menjadi bekal emas bagi kemajuan organisasi dan kesejahteraan Indonesia di masa depan.”
 
Teguh seperti MAUNG, tajam pandangan seperti RAJAWALI. Bersama kita melangkah, membangun peradaban yang lebih mulia.
 
#MAUNG #RAJAWALI #FilosofiOrganisasi #RakornasGabungan #KearifanLokal #PengabdianUntukNegara

0 Komentar