Infokasus.id,Pangkalpinang, 22 Juni 2026 – Di atas hamparan rumput Lapangan Kodim Kampung Asam, Jumat sore 19 Juni 2026, semangat anak‑anak usia belasan yang sebelumnya berkobar tiga bulan lamanya perlahan padam. Sejak April lalu, puluhan peserta telah melewati empat tahap penyaringan ketat; mereka berlari, menendang, bertahan, berjuang melewati tahap demi tahap hingga dinyatakan lolos, menandatangani surat perjanjian bermaterai Rp10.000, dan resmi dicatat sebagai bagian skuad Persipas U‑13 Pangkalpinang.
Namun sore itu, tawa dan harapan berubah menjadi kecewa mendalam. Tanpa penjelasan lisan maupun tertulis, tanpa disebutkan kesalahan atau kekurangan, sejumlah anak tiba‑tiba dipanggil lalu dicoret dari daftar tim. Raut wajah lesu tergurat jelas; semangat yang dibangun berbulan‑bulan runtuh seketika, diiringi kekecewaan yang meluap dari dada orang tua yang menyaksikan langsung dari pinggir lapangan.
Surat Perjanjian Tak Dihargai, Proses Terasa Tak Adil
Cerita serupa terdengar seragam dari para orang tua yang berani berbicara. “Anak kami lulus tahap satu sampai empat. Pelatih sendiri bilang kemampuannya memenuhi standar, lalu disuruh tanda tangan surat di atas materai: dia resmi masuk Persipas U‑13. Sudah berbulan‑bulan rutin latihan, taati aturan. Jumat itu tiba‑tiba dikeluarkan begitu saja. Pelatih cuma bilang ‘masih ada seleksi lagi’ padahal sejak awal tak pernah disampaikan demikian,” ungkap salah satu orang tua dengan nada kecewa yang tak disembunyikan.
Kekecewaan makin tajam saat mendengar alasan yang dianggap tak masuk akal. Seorang peserta yang turut dicoret bersama dua temannya bercerita lurus: “Kok saya dikeluarkan hanya gara‑gara ada pemain baru yang datang? Kami bertiga langsung disuruh pulang.”
Saat awak media berupaya mengonfirmasi ke pelatih maupun pengurus Persipas U‑13 lewat pesan WhatsApp, tak satu pun jawaban atau penjelasan resmi disampaikan. Keheningan itu justru makin memicu pertanyaan besar: untuk apa surat perjanjian bermaterai dibuat, jika bisa diabaikan semau pihak pelaksana?
Suara keras mulai terdengar di pinggir lapangan: banyak yang menilai proses seleksi berjalan tak sehat dan tidak adil. Tuduhan mulai mengarah ke praktik pilih kasih kedekatan pribadi antara orang tua peserta, pelatih, maupun pengurus diduga menjadi penentu lolos tidaknya seseorang, bukan semata bakat, kemampuan, dan kerja keras di lapangan.
“Kalau begini caranya, sampai kapan pun Persipas takkan pernah maju membawa nama Pangkalpinang maupun Bangka Belitung,” ujar salah satu orang tua, pandangannya tertuju ke arah gawang lapangan yang kini sepi dari tawa ceria anak‑anak.
Desakan ke Pemerintah Kota: Cek Kebenaran Sebelum Beri Dukungan
Situasi ini kini menyeret harapan sekaligus tuntutan masyarakat kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang. Orang tua maupun pengamat sepakat: seleksi bibit muda sepak bola seharusnya menjadi wadah menggali talenta murni, bukan arena permainan yang melukai semangat anak‑anak.
Mereka mengingatkan: sebelum pemerintah menyalurkan bantuan, dukungan fasilitas maupun anggaran, sebaiknya turun langsung memeriksa keadaan nyata Persipas U‑13. Pastikan seleksi berjalan terbuka, transparan, dan menjunjung rasa keadilan, agar talenta terbaik benar‑benar terserap, dan anak‑anak tak lagi pulang membawa kekecewaan pahit.
“Sepak bola akar rumput tumbuh dari kepercayaan dan keadilan. Kalau surat janji tak dipegang, kalau bakat kalah oleh kedekatan pribadi, bibit unggul akan mati perlahan, Persipas pun takkan pernah melaju,” ucap warga yang menyaksikan kejadian itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pengurus Persipas maupun Dinas Pemuda dan Olahraga setempat. Namun di pinggir Lapangan Kodim Kampung Asam, pertanyaan itu masih menggantung jelas: apakah janji tertulis dan kerja keras anak‑anak cukup berarti, atau kalah lagi oleh keputusan sepihak yang tak beralasan?
Penulis: TIM REDAKSI BERITA & OLAHRAGA
Sumber: Pantauan langsung Lapangan Kodim Kampung Asam 19 Juni 2026, keterangan orang tua peserta, pernyataan peserta dicoret, upaya konfirmasi pelatih/pengurus
Lokasi Liputan: Lapangan Kodim Kampung Asam, Pangkalpinang, Bangka Belitung
Waktu Rilis: Senin 22 Juni 2026
#PersipasU13Pangkalpinang #SeleksiTakAdil #JanjiDiAtasMaterai #BibitSepakBolaRumput #PangkalpinangCerdasOlahraga #TransparansiSeleksi #PersipasHarusMaju

0 Komentar