MAUNG Mesuji: Naik ke Penyidikan Langkah Awal, Pastikan Tak Ada Perlindungan Oknum di Kasus Islamic Center Rp77,5 Miliar

Infokasus.id Mesuji, Lampung ,15 Juni 2026 - Penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Islamic Center dan Wisata Religi Kabupaten Mesuji memasuki babak penting. Polda Lampung resmi menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan, setelah bukti awal dianggap cukup kuat mendukung dugaan penyimpangan anggaran mencapai Rp77,5 miliar.
 
Proyek yang dirancang sejak 2020 ini menyisakan banyak tanda tanya dan kejanggalan serius: mulai dugaan pemalsuan surat hibah tanah, material bangunan tak sesuai spesifikasi, volume pekerjaan kurang dari kesepakatan, hingga indikasi kenaikan harga tidak wajar (mark‑up) yang jelas merugikan keuangan daerah. Ironisnya, meski dana telah dicairkan bertahap, pembangunan belum tuntas maksimal dan banyak bagian bangunan justru sudah rusak.
 
Perkembangan ini disambut dengan sorotan tajam namun positif oleh DPC LSM MAUNG Kabupaten Mesuji, Lampung.

Eko Hariyanto - Ketua DPC MAUNG Mesuji:
“Kami menyambut baik langkah Polda Lampung menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Ini jawaban atas keresahan masyarakat yang selama ini menilai proses berjalan lambat dan sempat terhambat. Namun perlu ditegaskan: ini baru langkah awal, belum akhir perjuangan keadilan.”
 
MAUNG Mesuji menegaskan akan mengawasi setiap langkah penyidikan secara ketat, terbuka, dan berkelanjutan.
 
“Jangan biarkan proses hukum berhenti hanya pada oknum pelaksana tingkat bawah. Aktor utama, pengatur di balik layar, serta pihak yang memberi perlindungan harus turut diseret ke meja hijau. Dana hampir Rp80 miliar adalah uang rakyat - jika terbukti ada kerugian negara, harus dikejar dan dikembalikan utuh ke kas daerah,” tegasnya.
 
Peringatan Tegas & Komitmen Pengawasan
 

Eko juga mengingatkan agar ruang intervensi kekuasaan ditutup rapat:
“Tidak boleh ada upaya penghentian kasus secara sepihak atau rekayasa prosedur. MAUNG Mesuji berkomitmen mendampingi pengawasan sampai tuntas. Jika ditemukan penyimpangan proses hukum, kami siap melaporkan ke jenjang yang lebih tinggi.”
 
Lembaga ini berharap kasus ini menjadi bukti nyata penegakan hukum tanpa pandang bulu, sekaligus memberi efek jera bagi siapa pun yang berani mempermainkan anggaran besar yang seharusnya menyejahterakan masyarakat.
 
“Proyek bernilai besar seperti Islamic Center dan Wisata Religi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan cerminan kepercayaan publik. Keadilan di sini harus terasa nyata, bukan sekadar formalitas,” pungkasnya.
 
Penulis: TIM MAUNG
Penerbit: TIM/RED
 
#KasusIslamicCenterMesuji #PenyidikanRp77Miliar #MAUNGMesuji #HukumTanpaPilihKasih #L

0 Komentar