Infokasus.id Soppeng, Sulawesi Selatan , 25 Juni 2026 - Tiap kali awan hitam menurunkan rintik di Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, jalur Samoda seketika berubah kelam. Beberapa lampu jalan tidak menyala Tak, membentangkan kegelapan pekat sepanjang ruas yang dilalui pelajar pulang mengaji, petani membawa panen, ibu‑ibu berbelanja keperluan malam, hingga pengendara roda dua dan empat yang berpapasan dalam jarak nyaris tak aman. Jalanan berlubang, licin, dan penuh genangan hujan menjadikan setiap perjalanan ibarat menembus jebakan tak kasat mata.
Tokoh masyarakat setempat, Usman, berbicara tegas di hadapan puluhan warga yang berkumpul usai hujan reda. Baginya, penerangan bukan sekadar kenyamanan, melainkan benteng keamanan dasar yang telah lama diabaikan,lampu jalan di Dusun Kampiri,Samoda sejak ada pekerjaan tiang yang dipasang beberapa lampu jalan mati bahkan diputuskan aliranya.
“Sudah berbulan‑bulan begini. Musim hujan makin lebat, lampu makin mati total. Anak pulang sekolah menggendong buku, petani membawa gabah, siapa pun yang lewat sama‑sama menahan napas takut jatuh, tabrakan, atau hal tak diinginkan. Kami tak minta mewah cukup lampu jalan yang tahan hujan, nyala terang, terawat rutin,” seru Usman lantang, menyampaikan permohonan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng.
Warga menambahkan, ketiadaan penerangan juga membuka celah kejahatan: pencurian ternak dan hasil bumi makin sering terjadi, sementara petugas keamanan kesulitan berpatroli karena tak ada titik terang untuk mengawasi. Pembangunan jalan yang semula memudahkan akses kini berkurang nilainya drastis saat malam tiba.
Usman menegaskan pembangunan tak boleh timpang. Ibu kota kabupaten dan jalan utama tak boleh menjadi satu‑satunya wajah terang Soppeng; desa penghasil pangan seperti Congko berhak fasilitas yang menjamin keselamatan warga 24 jam. Ia meminta Dinas Perhubungan dan Tata Ruang segera kirim tim survei, tetapkan titik pemasangan, dan pilih tipe lampu hemat energi namun kokoh menghadapi angin serta curah hujan tinggi.
“Jangan biarkan lagi suara kami hilang ditelan gelap dan hujan. Pasang sekarang, bukti nyata bahwa desa juga diperhatikan,” pungkasnya.
Hingga berita diturunkan, belum ada jadwal kerja maupun tanggapan resmi dari Pemkab Soppeng. Warga Congko berharap desakan ini menjadi perhatian nyata, agar Samoda kelam segera berganti terang, aman, dan kondusif sepanjang malam.
Redaksi menjunjung hak jawab dan asas praduga tak bersalah sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999, namun mencatat: infrastruktur keselamatan jalan adalah hak dasar; membiarkan gelap gulita berulang tiap musim hujan sama saja membiarkan risiko nyawa terus bertambah.
Penulis: TIM REDAKSI BERITA DAERAH & KESEJAHTERAAN
Sumber: Pantauan langsung jalur Samoda, Desa Congko; keterangan tokoh masyarakat Usman; keluhan warga dan petani setempat
Lokasi Liputan: Jalur Samoda, Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng
Waktu Terbit: Kamis 25 Juni 2026
#SamodaTerangSegera #CongkoTakInginGelap #MarioriwawoAmanMalam #PemkabSoppengTindakLanjut #HakDesaTerangJalan

0 Komentar