Infokasus.id Mentok, Bangka Barat | Minggu, 14 Juni 2026 - Di Kampung Limbung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, muncul kontras yang menyakitkan: nelayan yang berhak justru kesulitan solar subsidi, sementara dugaan kuat menyebut pihak yang bukan nelayan malah lebih mudah mengaksesnya. Ini menjadi pertanyaan tajam: subsidi untuk siapa sebenarnya?
Keluhan Nyata di Lapangan
Akses tidak adil: “Banyak yang bukan nelayan bisa dapat, kami yang mau melaut malah kesulitan” ungkap warga
Prosedur diabaikan: Diduga penyaluran tanpa nosel standar, takaran jadi tidak terjamin
Tanda tanya akurasi: Hanya terima 15–16 liter, alat ukur belum jelas status tera & tera‑ulang
Dampak langsung: Harus kurangi frekuensi melaut - penghasilan turun, ketahanan pangan keluarga terancam
Suara Nelayan:
“Kalau tak ada solar, kami tak bisa melaut. Tak melaut, keluarga makan dari mana? Jangan sampai yang kuat makin mudah dapat, kami yang seharusnya dilindungi malah paling dirugikan.”
DESAKAN TEGAS & JELAS
Masyarakat minta Pertamina, Pemkab Bangka Barat, Dinas Terkait, & Aparat Pengawas segera:
Lakukan investigasi & audit menyeluruh sistem penyaluran di SPDN Kampung Limbung
Cek status tera alat ukur & kepatuhan prosedur
Pastikan subsidi hanya untuk nelayan berhak
Tindak tegas jika ada penyimpangan - subsidi adalah uang rakyat, bukan celah keuntungan pribadi
Pengawasan tidak boleh sekadar formalitas kertas, harus terasa nyata di dermaga.
Catatan Redaksi: Hingga berita ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait.
#SolarSubsidiTakTepatSasaran #NelayanMenjerit #MentokBangkaBarat #PemerataanSubsidi #TransparansiBBM #KeadilanBagiNelayan

0 Komentar