Infokasus.id Pangkalpinang, 8 Juni 2026 - Sebuah pencapaian membanggakan hadir dari lingkungan pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan memberi manfaat. Melalui pengelolaan lahan yang terencana dan pemanfaatan kompos organik hasil olahan sendiri, berhasil dipanen 231 kilogram semangka berkualitas dari lahan seluas hanya 160 meter persegi. Keberhasilan ini sekaligus menjadi cerminan nyata keberhasilan program pembinaan dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
DUKUNGAN DAN APDRESIASI PIMPINAN
Kegiatan panen yang berlangsung sore ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina. Turut hadir Penanggung Jawab Kantor Berita Online Bangka Belitung, Rikky Fermana, Sekretaris Muhammad Zen, serta jajaran Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja keras dan semangat seluruh jajaran, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan sarana. Baginya, program ini bukan sekadar bercocok tanam, melainkan wujud nyata dari tugas utama pemasyarakatan.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif. Harapannya, warga binaan tidak hanya mendapatkan bekal keterampilan, tetapi juga dapat melihat bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Manfaatnya pun dapat dirasakan langsung, baik di dalam maupun di luar lingkungan lapas,” ujarnya dengan penuh haru.
WUJUD DUKUNGAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas, Ade Agustina, menilai capaian ini sangat luar biasa dan selaras dengan arahan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pengolahan limbah menjadi kompos berkualitas yang menyuburkan tanah secara alami.
“Hari ini kita melihat bukti nyata: kompos organik buatan sendiri mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. Ini adalah praktik baik yang sangat bermanfaat. Hasil panen ini nantinya akan disalurkan kepada mitra kerja sama Acing Fresh, sebagian lagi untuk memenuhi kebutuhan pangan warga binaan. Keuntungannya pun akan dikembalikan untuk mendukung pembinaan dan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
PEMBINAAN YANG MENGHASILKAN KARYA BERMANFAAT
Penanggung Jawab KBO Bangka Belitung, Rikky Fermana, turut memberikan apresiasi yang tinggi. Baginya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada perubahan sikap, tetapi juga melahirkan karya yang bernilai ekonomi dan bermanfaat luas.
“Ini adalah contoh nyata bahwa pemasyarakatan bisa memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Selain membuktikan khasiat komposnya, program ini juga membuka wawasan bahwa lahan terbatas pun bisa dimanfaatkan secara optimal jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Ke depan, Lapas Pangkalpinang bertekad terus mengembangkan program serupa, mengoptimalkan setiap lahan yang tersedia, serta meningkatkan kualitas keterampilan warga binaan. Harapannya, langkah ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga menjadi inspirasi dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan bersama.
Sumber: PJS Babel
#LapasPangkalpinang #KomposOrganik #KetahananPangan #PemasyarakatanBerkarya #PanenMelimpah #BangkaBelitung


0 Komentar