Infokasus.id SOPPENG Sulawesi Selatan – Langkah penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Kalong, Watansoppeng, menyisakan kisah pilu dan derita mendalam bagi warga yang menggantungkan hidup di sana. Di balik alasan pelestarian ikon Kabupaten Soppeng dan ketertiban kota, terdengar suara hati yang getir dari mereka yang kehilangan tempat mencari sesuap nasi.
Penertiban ini dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 66 Tahun 2006 tentang Pelestarian Burung Kelelawar sebagai ikon daerah, serta Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Namun, bagi para pedagang yang telah lama menjadikan taman ini sumber penghidupan, aturan ini terasa memukul keras sendi-sendi kehidupan mereka.
"Bagaimana bisa kami dilarang menjual apa yang kami makan? Apa perut kami tidak perlu dibayarkan?"
Kalimat getir itu terlontar dari seorang pedagang tua, mewakili jeritan hati ratusan warga kecil yang terdampak. Bagi mereka, lapak sederhana di Taman Kalong bukan sekadar tempat berjualan, melainkan satu-satunya harapan untuk menghidupi keluarga, menyekolahkan anak, dan bertahan di tengah hidup yang kian sulit. Ketika tempat itu hilang, seakan pilar penyangga kehidupan mereka runtuh seketika.
Mereka bukan menolak aturan, mereka hanya meminta ruang untuk hidup. Pelestarian kelelawar dan keindahan kota memang penting, namun menjaga kelangsungan hidup manusia yang menjadi warga daerah ini tentu tak kalah urgensinya.
Di sisi lain, petugas Polpp Pmk Soppeng melaksanakan tugas ini dengan berat hati, hanya menjalankan amanah regulasi yang ada. Namun, pemandangan lapak yang kosong dan wajah-wajah kecewa para pedagang menjadi potret duka yang tak bisa diabaikan begitu saja.
Kini, pertanyaan besar menggantung di udara: Di mana lagi mereka harus mengadu nasib? Bagaimana mereka membayar kebutuhan hidup esok hari?
Warga berharap, di balik penegakan aturan, masih ada kebijaksanaan yang menyertai. Bahwa ketertiban kota tak harus dibayar mahal dengan kelaparan warganya. Bahwa pelestarian alam dan kelestarian nyawa manusia bisa berjalan beriringan, tanpa ada yang harus menjadi korban.
Semoga ada jalan keluar terbaik yang bisa mengayomi semuanya: menjaga kelelawar tetap terbang bebas, namun juga membiarkan warga Soppeng tetap bisa makan dan tersenyum.
#BeritaSoppeng #TamanKalong #PenertibanPKL #JeritanHatiWarga #NasibPedagang #KebijakanDaerah #Kemanusiaan #Soppeng

0 Komentar