Infokasus.id JAKARTA, 5 JUNI 2026 – Sikap tegas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mencopot tiga pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi tinggi dari dua organisasi masyarakat sipil. Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) serta Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) menilai langkah itu menunjukkan karakter kepemimpinan yang berpihak pada amanah dan rakyat.
Ketua Umum sekaligus Pendiri MAUNG & RAJAWALI, Hadysa Prana, menyampaikan dukungan penuh usai Presiden mengaku berat hati namun tetap mengambil keputusan tegas terhadap Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
KEPUTUSAN BERAT YANG TEPAT
“Kami berikan apresiasi setinggi-tingginya. Apa yang dilakukan Presiden adalah definisi nyata pemimpin berkarakter: sedih karena harus melepaskan orang yang dipercaya, tapi tetap tegas karena ingat tanggung jawab kepada negara. Mencopot orang dekat bukan keputusan mudah, tapi beliau memilih berpihak pada rakyat , persis seperti pesan almarhum ayahandanya: kalau bingung, selalu berpihaklah pada rakyatmu,” tegas Hadysa dalam keterangan persnya.
Langkah ini dinilai membuktikan prinsip yang dipegang teguh: tidak ada yang kebal hukum, tidak ada kekebalan karena kedekatan, dan uang rakyat adalah amanah suci yang tidak boleh disalahgunakan. Pernyataan Presiden bahwa “Saya tidak mau uang rakyat dicuri, tidak ada pengecualian” sejalan dengan misi MAUNG mengawasi kinerja aparatur dan RAJAWALI menyebarkan informasi yang benar kepada publik.
DASAR KEPUTUSAN YANG TERUKUR
Hadysa juga menyoroti bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara sembarangan. Sebelum mencopot, Presiden diketahui telah menerima laporan ketidakberesan, memverifikasi melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), baru kemudian mengambil langkah tegas.
“Ini cara memimpin yang bertanggung jawab , berdasar data dan fakta, bukan emosi atau tekanan. Ketulusan Presiden mengakui kesedihannya justru menunjukkan bahwa keputusan ini diambil demi kebaikan bersama, bukan semata hukuman. Pesannya jelas bagi seluruh pejabat: jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Sekali menyimpang, seberapa pun dekatnya dengan pemimpin, harus bertanggung jawab,” tambahnya.
AWAL BARU DAN PENGAWALAN BERSAMA
Pergantian pimpinan BGN kepada Nanik S. Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono dinilai menjadi peluang memulihkan kepercayaan publik terhadap Program MBG yang strategis bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia.
“Presiden sudah menunjukkan keseriusan. Sekarang tugas kita bersama mengawal agar program ini berjalan bersih, tepat sasaran, dan benar-benar dinikmati anak-anak bangsa tanpa ada yang mengambil keuntungan pribadi,” tegasnya.
Di akhir pernyataan, MAUNG dan RAJAWALI berjanji akan terus memantau proses hukum hingga tuntas serta mengawasi kinerja pimpinan baru BGN.
“Terima kasih Bapak Presiden. Anda buktikan bahwa di bawah kepemimpinan Anda, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, amanah dijaga, dan rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Kami siap mendukung dan menyebarluaskan semangat keadilan ini ke seluruh penjuru Nusantara,” pungkas Hadysa.
Diterbitkan oleh: TIM/RED
Penulis: TIM MAUNG + RAJAWALI


0 Komentar