Sunda Indung Sagala Manusa ,Nilai Adat Sebagai Pondasi Tegakkan Kebenaran dan Persatuan Bangsa

Infokasus.id Jakarta 28 JUNI 2026 -Dengan pembukaan yang sarat kearifan warisan leluhur dan penghormatan kepada Sang Pencipta, Hadysa Prana  Ketua Umum sekaligus Pendiri Lembaga MAUNG dan RAJAWALI  menyampaikan gagasan mendalam yang menyatukan akar budaya dengan amanat menjaga negara.
 
“Sumujud nyungkur ka Papayung ti Hung Agung Nu Tunggal… hatur nuhun ku rahmat‑Nya, kita dikumpulkan dalam semangat persaudaraan dan kebenaran.”
 
NILAI BUDAYA SEBAGAI LANDASAN DAN PENCAHAYA
 
Dalam pemaparannya yang khidmat, Hadysa Prana menegaskan: warisan budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan pedoman hidup dan arah tetap dalam setiap langkah pengawalan lembaganya.
 
“Sinembahing mulya ka Indung rawuh ka Bapa… kami menghormati para leluhur yang menanam benih pikiran luhur, menjadi pemancar budaya dan kejujuran.”
 
Prinsip kerja yang dipegang teguh dirangkum dalam ungkapan: TEKAT TATA  CARA.
Tekat yang bulat
Tata aturan yang benar
Cara yang lurus dan jujur
 
“Orang Sunda melangkah mengejar waktu, berjalan menjunjung martabat dan derajat manusiawi. Tak ada ruang bagi ketidakjujuran; tak ada tempat bagi korupsi yang merampas hak sesama.”
 
Semangat leluhur dihidupkan kembali: “Hurung ngempur lampu agung — menjadi penerang di tengah gelap; siang leumpang ngabaladah — menjadi pelindung bagi yang lemah.”
 
FILSAFAT PERKATAAN DAN PERBUATAN: KUNCI PENGAWALAN NEGARA
 
Pemimpin dua lembaga ini mengaitkan kebijaksanaan budaya dengan tugas pengawasan negara:
 
“Ku rasa nu nga‑basa, ku basa nu mang‑rupa, ku rupa nu nga‑ungkara, ku ungkara nu‑nanggara.”
Segala tindakan berakar dari perasaan yang benar; tindakan itulah yang menentukan nasib bangsa.
 
Korupsi adalah ungkara yang keliru memutarbalikkan arah kebaikan, merusak hati masyarakat.
Semangat menelusuri fakta: “Tujuh rupa ungkara… delapan belas rupa puraga talahawa”  kami buka setiap selubung, teliti setiap jejak, tak ada yang tertutup dari pantauan MAUNG dan RAJAWALI.
 
“Pangjangka nu ngajarak saban arah… kami hadir menjaga amanat rakyat di setiap penjuru negeri.”
 
SIMBOL KEJERNIHAN HATI DAN SEMANGAT SILIWANGI
 
Filosofi budaya Sunda dijadikan cermin: “Cai sajeroning kalapa” — air jernih melambangkan hati bersih, niat tulus, tanpa racun.
 
Dan semangat perjuangan yang tak tergoyahkan digemaikan kembali:
TEGES  ECES  BENTES
Tegas, Jelas, dan Kokoh!
 
“Sunda mapag uga, nyukcruk kaluhungan Indung… megar Padjadjaran, surti Siliwangi — semangat ini milik seluruh Indonesia: tegakkan keadilan, bangun kemakmuran, jaga persatuan!”
 
Inti pesan yang disampaikan: “Sunda Indung Sagala Manusa”  Sunda adalah Ibu bagi seluruh manusia. Maka tugas MAUNG dan RAJAWALI adalah menjadikan Indonesia rumah yang aman, adil, dan makmur bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
 
“Bral…! Prak…! Prung…!” Langkah dimulai, pekerjaan dilaksanakan, pembangunan nilai luhur terus dilanjutkan.
 
 
 
TIM REDAKSI
Dari: TIM MAUNG + TIM RAJAWALI
 
#NilaiLuhurSebagaiKompas #MAUNGRAJAWALI #TegasJelasDanLurus #SemangatSiliwangiUntukKeadilan #BudayaMenopangNegara
 

0 Komentar