Infokasus.id PANGKALPINANG ,10 JULI 2026 - Semangat bakti dan keinginan tulus untuk berbagi kembali terpancar dari langkah generasi muda. Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (KOPASSAS) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bakti Sosial dan Edukasi (BASEK) Tahun 2026 di Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, pada Jumat lalu.
Selama delapan hari yang penuh makna, puluhan mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai tamu, melainkan menyatu dalam keseharian warga, bergotong royong menghadirkan manfaat nyata yang menyentuh berbagai aspek kehidupan: mulai dari pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga langkah‑langkah menuju kemandirian masyarakat.
KEHANGATAN YANG MENJADI JEMBATAN KEBAIKAN
Kepala Bidang Kesekretariatan KOPASSAS, Salsa Alfi Hikmah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kebersamaan yang terjalin:
“Alhamdulillah, setiap langkah yang kami lalui berjalan dengan penuh kedamaian dan kehangatan. Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Kepala Desa Mapur Muhammad Kasiwan, Ibu Kepala Dusun Tuing Rara, Bapak Ketua RT Wili Kristianto, serta segenap warga yang menyambut kami selayaknya keluarga sendiri. Semangat dan dedikasi seluruh rekan KOPASSAS juga menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan ini.”
Di momen perpisahan, kedekatan yang terjalin terasa begitu nyata. Delapan hari kebersamaan telah melampaui sekadar jadwal kegiatan, menyisakan kesan mendalam dan ikatan persaudaraan yang akan tetap terjaga.
LEBIH DARI SEKADAR BANTUAN: MENANAM HARAPAN DAN KEMANDIRIAN
Menurut Ketua Umum KOPASSAS, Reva Dewi Ristiani, kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran mahasiswa untuk peduli pada lingkungan sekitarnya.
“Kami tidak sekadar datang untuk menyalurkan bantuan materiil. Lebih dari itu, kami ingin berbagi pengetahuan, menumbuhkan kesadaran, dan menanam semangat agar warga Dusun Tuing semakin berdaya dan mampu melangkah secara mandiri. Inilah makna kehadiran kami: menjadi bagian dari solusi dan kemajuan nyata bagi masyarakat.”
Ia berharap pengalaman berharga ini menjadi fondasi bagi KOPASSAS untuk terus merancang program pengabdian yang lebih terarah, berkelanjutan, dan membawa dampak positif yang lebih luas di masa mendatang — agar kehadiran pemuda senantiasa menjadi katalisator perubahan yang baik di tanah kelahiran.
BERSAMA MENJALIN KEBAIKAN UNTUK KEMAJUAN DESA
Keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari dukungan tulus berbagai pihak: Pemerintah Desa Mapur, instansi terkait, mitra media, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian sama terhadap kemajuan wilayah pedesaan.
Sinergi ini membuktikan satu hal indah: ketika pemuda bergerak dengan hati yang tulus dan langkah yang terencana, dampak kebaikannya akan menyentuh kehidupan secara utuh dan mendalam.
Disusun oleh: Nyimas Yeni Lestari
#BASEK2026 • KOPASSAS • IAINSASBabel • BaktiSosial • PemberdayaanMasyarakat • DusunTuing • PengabdianMahasiswa

Komentar
Posting Komentar