⚡ Breaking LIVE

DISIPLIN DUA TAHUN MENJADI KUNCI: SANTRI PONDOK BAHRUL ULUM SUNGALIAT TUAI PRESTASI GEMILANG SELAMA SATU BULAN LIBURAN

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    Infokasus.id PANGKALPINANG – Umumnya masa liburan kenaikan kelas dimanfaatkan untuk beristirahat sepenuhnya, melepas penat setelah berbulan-bulan menempuh pendidikan. Namun kisah berbeda datang dari seorang santri MTs Plus di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat, yang mengubah satu bulan waktu luang menjadi rentetan capaian luar biasa—mulai dari kelahiran karya tulis, amanah kenegaraan, hingga terpilih menjadi duta tingkat nasional. Semua keberhasilan itu, tegasnya, adalah buah dari tempaan kedisiplinan yang ia peroleh selama dua tahun menuntut ilmu di pesantren tercinta.
     
    “Kalau bukan karena nilai kedisiplinan yang ditanamkan selama dua tahun di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat, mungkin saya akan terasa sangat berat menjalankan semua kegiatan ini,” ucapnya dengan penuh kerendahan hati dan rasa syukur. Ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh ustadz, ustadzah, dan tenaga pendidik yang telah membentuk pribadinya. “Aturan, rutinitas, dan manajemen waktu yang diajarkan di sini menjadi bekal paling berharga yang kini saya wujudkan dalam kehidupan nyata, khususnya di dunia literasi dan pengabdian masyarakat.”
     
    Jejak Prestasi yang Menginspirasi
     

    Pada minggu pertama liburan, ia menuntaskan penulisan buku keduanya berjudul KELEKAK (KELak kEK ikAK)—sebuah karya istimewa hasil kolaborasi bersama ayahnya, F. Majid, yang saat ini sedang dalam proses pengurusan ISBN dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), dan Insya Allah akan segera hadir di hadapan pembaca. Buku ini merangkum dua puluh kisah legendaris tanah Bangka, merajut alur yang menyentuh hati sekaligus sarat makna: mulai kisah anak yang tak pernah lelah berjuang meski kerap kalah, saudagar yang menukar ketulusan dengan tipu daya, pemuda angkuh yang berani menantang petir di puncak bukit, hingga pengorbanan tulus seorang adik demi membebaskan kampung halaman dari kutukan kuno. Setiap lembarnya mengajak kita menyusuri jejak masa lalu, mengungkap rahasia di balik nama tempat, istilah, dan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat Bangka hingga hari ini.
     
    Memasuki minggu kedua, amanah mulia menyapanya sebagai Duta Dongeng Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Ia berkesempatan mengunjungi Perum Peruri, Badan Usaha Milik Negara yang memegang peran vital mencetak mata uang rupiah serta dokumen negara dengan standar keamanan tertinggi. Di sana, ia menyaksikan langsung proses lahirnya mata uang yang menjadi nadi perekonomian bangsa, menggali lebih dalam sistem pengamanannya, serta memperkaya pemahaman tentang nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. “Saya pulang membawa pengalaman berharga yang takkan terlupakan,” kenangnya lembut. Ia pun memohon doa restu segenap masyarakat agar dapat mengemban amanah mewakili Bangka Belitung dengan sebaik-baiknya di pentas nasional nanti. Kunjungan dilanjutkan ke Museum Bank Indonesia, yang semakin mengukuhkan keyakinannya bahwa edukasi ekonomi bisa disampaikan dengan cara yang indah, kreatif, dan bermakna lewat seni mendongeng sebagai bentuk menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.
     
    Minggu ketiga, kemampuannya kembali diuji di panggung Nusantara Unity Fest 2026 di Alun-alun Kota Pangkalpinang, yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Babel. Sebagai bagian dari Kampung Dongeng Indonesia Bangka Belitung sejak tahun 2023 komunitas yang berdedikasi membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memberdayakan dunia anak—ia kembali membuktikan bahwa cerita adalah jembatan kasih yang merajut persatuan.
     
    Menutup rentetan kegiatan yang padat namun bermakna, ia dinyatakan lolos seleksi program penulisan berbasis konten budaya lokal tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Provinsi Babel. Pada acara penutupan bimbingan teknis, ia menyerahkan secara langsung buku solo pertamanya berjudul Melodi Perjalanan Kecil. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat saya amalkan untuk merawat dan melestarikan budaya lokal lewat jalan literasi,” ucapnya tulus.
     
    Puncak dari seluruh capaian ini adalah amanah baru sebagai Duta Literasi Remaja Indonesia Perwakilan Bangka Belitung. Setelah melewati serangkaian pembinaan yang ketat dan terpilih menjadi salah satu finalis terbaik dari seluruh penjuru Nusantara, kini ia memikul tanggung jawab sebagai agen perubahan untuk mengangkat minat baca masyarakat, meningkatkan kualitas literasi, serta menyuarakan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi muda.
     
    Satu bulan yang seharusnya menjadi waktu istirahat, ia ubah menjadi ladang karya dan pengabdian. Ia kembali menegaskan: segala pencapaian ini tak lepas dari disiplin yang ditempa di pesantren, dukungan tak terhingga keluarga, serta kepercayaan yang diberikan oleh berbagai pihak. Kisah santri ini menjadi bukti nyata: karakter yang kokoh, jika dipertemukan dengan kesempatan, akan melahirkan manfaat yang luas bagi sesama. Semoga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat terus menjadi rumah yang melahirkan pribadi berilmu, berakhlak mulia, dan tangguh melangkah beriringan dengan peradaban zaman.
     
    Diterbitkan untuk kepentingan informasi dan teladan positif
    Redaksi/Pewarta: [ Infokasus.id, NyimasYeniLestari ]
     
     
     


    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional