Infokasus.id, Bangka ,15 Juli 2026 – Sebuah bangunan tak hanya tegak di atas batu dan semen. Ia tumbuh, berakar dari ingatan, dan mekar dari cita-cita orang-orang yang merintisnya. Pesan mendalam itu disampaikan Ketua Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, Drs. H. Syaiful Zohri, di hadapan 170 santri baru pada hari pertama Pekan Pengenalan Pondok Pesantren (P4) atau Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda), Selasa (14/7).
Di hadapan santri jenjang MTs dan SMA, Syaiful menunjuk sosok yang berdiri di sampingnya dengan penuh kebanggaan: Ustadz Iqbal Nursyamsi, S.Pd.I.
“Beliau adalah salah satu dari 64 santri pertama yang melangkahkan kaki ke sini pada tahun 2002,” ujarnya. Dua puluh empat tahun berlalu, kini Ustadz Iqbal mengabdi sebagai guru sekaligus bendahara yayasan, bahkan pernah memimpin MTs Plus Bahrul Ulum pada periode 2021–2024.
Jejak kesetiaan generasi pertama masih terjaga rapi. Ustadzah Khairunisa, sesama angkatan perdana, kini memegang amanah memimpin perpustakaan pusat lembaga ini. Bukti nyata bahwa tempat ini bukan sekadar sekolah, melainkan rumah yang melahirkan pemimpin yang kembali memelihara rumahnya sendiri.
Cita-cita yang Tumbuh Bertahap di Tanah Bangka
Syaiful sendiri adalah saksi hidup sekaligus pelaku sejarah berdirinya lembaga ini. “Pembangunan dimulai sejak tahun 1999, dengan cita-cita yang sederhana namun kokoh: menghadirkan lingkungan pendidikan Islam yang utuh di tanah Bangka,” kenangnya dengan haru. Gagasan besar itu lahir berkat dorongan Drs. H. Abu Hanifah, yang saat itu menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, yang mengusulkan pembangunan pusat pendidikan Islam yang lengkap dan menyeluruh.
Langkah demi langkah dijalani dengan kesabaran: MTs Plus mulai melangkah pada tahun 2002, disusul SMA Plus empat tahun kemudian. Namun bagi Syaiful, tugas lembaga ini tak berhenti sekadar pada pengajaran ilmu pengetahuan.
“Tempat ini bukan sekadar tempat mencari ilmu. Ia adalah sarana memberdayakan masyarakat dan merajut persaudaraan yang abadi,” tegasnya. Kepada para santri baru, ia berpesan lembut namun tegas: “Anggaplah tempat ini rumah kedua kita. Kita tumbuh bersama, berjalan bersama, sebagai satu keluarga besar.”
Menyatukan Langkah Menuju Masa Depan
Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ustadz Sukaryadi, S.Pd.I, menambahkan, kegiatan ini bertujuan membangun jembatan pemahaman yang kokoh antara santri baru dengan lingkungan yang akan menjadi tempat mereka menempa diri. Dalam kesempatan itu, para santri juga diperkenalkan kepada seluruh jajaran pendidik mulai dari jenjang MTs, SMA, hingga para pembina asrama.
Turut hadir Kepala MTs Plus Ustadz Ali Mafrohim, S.Pd.I, Kepala SMA Plus Ustadzah Yuniarsih, M.Pd, serta seluruh jajaran pengurus yayasan. Rangkaian kegiatan P4 ini akan berlangsung hingga Sabtu, 18 Juli, membawa materi yang menyatukan pengenalan nilai, tata kehidupan, serta cita-cita luhur para pendahulu yang telah meletakkan batu pertama lembaga ini.
Sejarah lengkap berdirinya Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat dapat disimak melalui laman resmi: www.infokasus.id
Nyimas Yeni Lestari
(Tim Liputan Khusus)
Home
› Artikel
Dua Puluh Empat Tahun Jejak: Dari Santri Pertama Menjadi Pengabdi, Bahrul Ulum Sungailiat Wariskan Cita-cita Luhur
Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi
Ditulis oleh
INFO KASUS
Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

Komentar
Posting Komentar