Infokasus.id Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, 3 JULI 2026 - Langkah cepat dan ketekunan jajaran Polres Kolaka Utara dalam menyusuri jalur pelarian mendapat dukungan nyata dari elemen masyarakat. Aliansi Pemuda Indonesia Peduli (APIP) secara tegas memberikan apresiasi sekaligus seruan dukungan penuh atas gerakan pengejaran yang digelar sejak dini hari pasca‑kejadian.
Seperti disampaikan Sapri Dona, Ketua APIP Kolaka Utara, Jumat malam (3/7/2026):
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya langkah Kapolres Kolaka Utara AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, S.I.K. beserta seluruh jajaran. Semangat pengejaran yang tak kendur meski medan berat patut dihargai dan didukung sepenuhnya oleh publik.”
DARI KEBOCORAN HINGGA GERAKAN PENYISIRAN LUAS
Diketahui, 11 orang tahanan kabur serentak dari sel Rumah Tahanan Markas Polres pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 WITA, diduga dengan cara merusak dan menerobos ventilasi bagian atas. Hanya sejam setelah kejadian tepat pukul 04.00 WITA Kapolres dan Wakapolres sudah berada di lokasi, langsung memimpin Panggilan Luar Biasa, mengerahkan seluruh kekuatan, dan menyusun strategi pengejaran menyeluruh.
Penyekatan ketat di seluruh pintu keluar‑masuk wilayah
Penyisiran mendalam hingga ke kawasan pegunungan dan jalur terpencil
Pengawasan kendaraan dan pos pemeriksaan berjalan tanpa henti siang‑malam
Hingga Jumat malam, hasil mulai tampak: 5 orang berhasil diamankan, salah satunya menyerahkan diri atas kesadaran sendiri. Masih tersisa 7 orang yang terus diburu hingga tertangkap semua tanpa sisa.
BEKERJA DI MEDAN TERBERAT: TANPA KENAL LELAH, HINGGA LARUT MALAM
Sapri Dona menegaskan betapa berat tugas yang diemban personel:
“Mereka bergerak masuk ke hutan, menembus jalan terjal di pegunungan, menghadapi cuaca tak menentu, dan terus bekerja hingga larut malam tanpa kenal lelah. Ini bukan tugas ringan. Sebagai masyarakat, kami berdoa agar Kapolres dan seluruh pasukan senantiasa sehat dan kuat menyelesaikan misi ini.”
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dan mendukung, bukan hanya diam melihat. Secara khusus, APIP menyerukan pesan tegas kepada yang masih buron:
“Kepada tujuh orang yang belum tertangkap: menyerahlah selagi waktu masih ada. Penyisiran makin rapat, ruang gerak makin sempit menghindar hanya akan memperberat kedudukan hukum kalian.”
TANTANGAN DI BALIK GERAKAN PENGEJARAN
Sebagaimana juga disorot sebelumnya oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), peristiwa kaburnya 11 orang sekaligus menunjukkan celah serius dalam sistem pengamanan dan pengawasan sel tahanan yang wajib segera dievaluasi dan diperbaiki total. Namun demikian, respons cepat dan ketekunan pasukan dalam mengejar menjadi bukti bahwa aparat tidak membiarkan kelemahan sistem menjadi alasan menghentikan penindakan.
Saat ini pengejaran masih berlanjut tanpa jeda, hingga seluruh nama dalam daftar pencarian dapat dikembalikan ke tempat semestinya.
PELIPUT: DEDI KADIR
CATATAN REDAKSI:
Disajikan berimbang, mencakup gerakan aparat, dukungan masyarakat, serta catatan perbaikan sistem sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999.
#KolakaUtara • PengejaranTahanan • PolresKolut • DukunganMasyarakat • EvaluasiPengamanan


Komentar
Posting Komentar