⚡ Breaking LIVE

Inovasi Hijau di Lapas Pangkalpinang: Budidaya Mentimun Giok Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    Infokasus.id PANGKALPINANG, 14 Juli 2026 - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus mewujudkan pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, namun juga menumbuhkan keterampilan bernilai guna. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pengembangan budidaya mentimun giok (Jade Girl), komoditas hortikultura unggul yang kini tumbuh subur dan menjadi bagian terpadu dari pengelolaan Agroedupark dalam mendukung program ketahanan pangan lembaga.

    Di atas lahan seluas sekitar 25 meter persegi, warga binaan di bawah bimbingan petugas merawat tanaman dengan penuh ketelatenan. Mentimun giok sendiri merupakan varietas hibrida yang memiliki keunggulan berdaya hasil tinggi, tekstur renyah, bebas rasa pahit, dan memiliki masa panen yang relatif singkat hanya berkisar antara 35 hingga 40 hari sejak masa tanam. Kini memasuki usia 25 hari, tanaman terlihat tumbuh pesat dan diproyeksikan segera siap dipanen guna melengkapi kebutuhan konsumsi harian di lingkungan lembaga.
     
    Lahan Terbatas, Manfaat Tak Terbatas
     
    Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk berkreasi dan berproduksi. Program ini sekaligus menjawab dua tujuan utama: memberikan keterampilan hidup bagi warga binaan serta turut memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
     
    “Budidaya mentimun giok membuktikan bahwa lahan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal dan produktif. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar cara bercocok tanam, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan Lapas,” ujar Sugeng saat meninjau lokasi tanam, Selasa (14/7).
     
    Keberhasilan pertumbuhan tanaman ini pun didukung oleh inovasi pengolahan tanah ramah lingkungan. Pihaknya memanfaatkan kompos hasil olahan dari limbah abu sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash limbah yang bukan termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Langkah ini tidak hanya menyuburkan tanah, namun juga menjadi wujud pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan bernilai guna.
     
    “Kami berharap terobosan semacam ini terus memperkuat keberhasilan pembinaan kemandirian, sekaligus menjadi sumbangsih nyata bagi terwujudnya ketahanan pangan di lingkungan Lapas Pangkalpinang,” tambahnya.
     
    Bekal Ilmu untuk Masa Depan
     
    Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, menjelaskan pemilihan jenis mentimun giok didasari karakteristik tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan serta kemudahan dalam perawatannya. Hal ini memungkinkan proses pembelajaran dapat berjalan maksimal bagi seluruh peserta binaan.


    “Kami terus mencari jenis tanaman yang tepat untuk dikembangkan di sini. Mentimun giok dipilih karena selain mudah dibudidayakan dan berbuah lebat, juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi warga binaan untuk memahami seluk-beluk pertanian,” ungkap Mulsa.
     
    Bagi warga binaan yang terlibat, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk menimba ilmu baru. Mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, pemasangan penyangga tanaman, hingga perawatan harian menjadi pengalaman yang berharga.
     
    “Selain mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, saya juga belajar cara bertani yang benar. Semoga ilmu yang saya dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk bekerja kembali setelah saya bebas nanti,” ujar salah satu warga binaan dengan penuh harap.
     
    Melalui langkah ini, Agroedupark Kemandirian semakin kokoh berperan sebagai wadah pembentukan etos kerja, kedisiplinan, dan keterampilan sehingga setiap warga binaan kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat dan memiliki kemandirian ekonomi.

    Nyimas Yeni Lestari  
    (Humas Lapas Pangkalpinang)


    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional