⚡ Breaking LIVE
Pilihan

JALUR KERETA BOPUNJUR - HARAPAN BESAR AGAR PUNCAK BEBAS KEMACETAN DAN PARIWISATA JABAR BERKEMBANG MERATA

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    Infokasus.id JAKARTA , 30 JUNI 2026 - Masyarakat dan pemerhati pembangunan menaruh harapan besar kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal H. Prabowo Subianto, guna mewujudkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bogor Puncak  Cisarua  Cipanas hingga Cianjur Selatan. Jalur ini diharapkan menjadi kunci utama mengurai kemacetan yang sudah berlangsung puluhan tahun sekaligus mengangkat perekonomian dan daya tarik wisata wilayah Jawa Barat.
     
    Pandangan ini disampaikan oleh Prof. DR. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Pakar Hukum Internasional sekaligus Tokoh Pemerhati Kemasyarakatan dan Kenegaraan  saat menjawab pertanyaan pemimpin redaksi media dalam dan luar negeri dari kantor pusatnya di kawasan Kompleks Asrama Kopassus, Cijantung Jakarta Timur.
     
    PENTINGNYA JALUR KERETA UNTUK KENYAMANAN DAN KESEJAHTERAAN
     
    Menurut Prof. Sutan Nasomal, jalur kereta api yang dikenal sebagai BOPUNJUR (Bogor‑Puncak‑Cianjur) bukan sekadar sarana transportasi, melainkan pondasi kemajuan wilayah:
     
    “Selama hampir 30 tahun, kemacetan di jalur Puncak menjadi beban berat bagi warga maupun wisatawan  perjalanan yang seharusnya singkat dapat memakan waktu hingga 7 jam. Hal ini tidak efisien, tidak nyaman, dan sangat merugikan potensi pariwisata serta ekonomi rakyat.”
     
    Jika terbangun, jalur ini akan menghubungkan seluruh wilayah secara terpadu: dari Jakarta, Bogor, pegunungan hingga selatan Cianjur dan berlanjut menuju Bandung. Sistem jaringan yang menyambung rapi akan membuka akses luas sekaligus mengangkat kenyamanan, ketenangan, dan keamanan perjalanan.
     
    PELUANG INVESTASI DAN CONTOH NEGARA MAJU
     
    Pakar ini sangat yakin bahwa negara maju seperti Jerman maupun negara‑negara Eropa lain, serta Jepang, akan tertarik berinvestasi  mengingat keberhasilan serupa telah terbukti selama lebih dari 65 tahun di benua Eropa: kereta api menjadi penggerak keuntungan berkelanjutan, bukan sekadar simbol pembangunan semata.
     
    “Seringkali wisatawan beralih ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia atau Jepang hanya karena akses transportasi di tempat indah seperti Jawa Barat belum memadai. Padahal kekayaan alam kita jauh lebih memukau. Jika jalur kereta tersedia, Indonesia akan menjadi tujuan utama wisatawan dari dalam maupun luar negeri.”
     
    Selain mengurai kemacetan dan mengangkat pariwisata, pembangunan ini membawa dampak luas:
    Menyerap banyak tenaga kerja baru
    Menggerakkan roda ekonomi daerah secara merata
    Memperkokoh keamanan perjalanan dan menekan potensi kejahatan jalanan
    Menjadikan keindahan alam pegunungan dan pesisir Indonesia lebih mudah dijangkau dan dinikmati dunia
     
    HARAPAN KEPADA PEMIMPIN NEGARA
     
    Prof. Sutan Nasomal menegaskan keyakinannya yang kuat:
     
    “Saya yakin sepenuhnya di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto  presiden kita semua  demi kepentingan ekonomi rakyat, ketenangan, kenyamanan, dan kemajuan wisata Bogor‑Puncak‑Cianjur hingga Bandung, jalur Bopunjur akan segera menjadi kenyataan yang bermanfaat selamanya.”
     
    Pembangunan jaringan kereta yang melintasi pegunungan maupun pesisir yang indah adalah langkah strategis agar kekayaan alam dan posisi Indonesia semakin dihargai, dimanfaatkan secara bijak, dan makin diminati oleh mitra serta investor dunia.
     
    CATATAN REDAKSI:
    Kami menjunjung tinggi hak jawab serta asas praduga tak bersalah, sesuai ketentuan Undang‑Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
     
    Narasumber: Prof. DR. Sutan Nasomal, S.H., M.H
    Editor: Nofis
     
    #JalurKeretaBopunjur • #PuncakBebasMacet • #PariwisataJabar • #PembangunanMerata • #TransportasiNasional 


    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional