⚡ Breaking LIVE

Kompos FABA Inovasi Lapas Pangkalpinang Diuji Langsung di Kebun Sawit Belitung: Bukti Nyata Produktivitas dan Kemandirian

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    Infokasus.id, Pangkalpinang, 17 Juli 2026 – Inovasi kompos berbahan dasar abu sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) hasil karya Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang kini melangkah ke tahap pembuktian lapangan. Produk unggulan tersebut resmi diuji kualitas dan efektivitasnya di kebun sawit binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Kamis (17/7) sore. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari pelatihan pembuatan kompos yang sebelumnya telah diberikan kepada Warga Binaan Lapas Tanjungpandan dan Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) setempat.
     
    Melalui percontohan atau demplot pada 10 pohon kelapa sawit ini, inovasi tersebut tidak hanya direplikasi, melainkan juga diperagakan teknik penerapannya secara langsung. Langkah ini bertujuan mengukur kemampuan kompos FABA dalam mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus menegaskan posisinya sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berdaya guna tinggi.
     
    Bukti Nyata Kualitas dan Komitmen Bersama
     
    Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Kepulauan Babel Ade Agustina, Kepala Lapas Tanjungpandan Royhan Al Faisal, serta Kepala Bapas Tanjungpandan Muhamad Irfani. Ketiga pimpinan ini turut memperagakan cara aplikasi kompos kepada peserta sebagai wujud dukungan penuh terhadap pengembangan inovasi pembinaan kemandirian.
     
    Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menegaskan bahwa demplot ini adalah momen krusial untuk membuktikan kualitas hasil karya warga binaannya.
     
    “Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan secara nyata efektivitas kompos FABA Lapas Pangkalpinang. Harapannya, inovasi ini dapat terus direplikasi dan dikembangkan demi memperkuat fondasi pembinaan kemandirian Warga Binaan di seluruh wilayah,” tegas Sugeng.
     
    Sinergi yang Memberi Manfaat Ganda
     
    Kepala Kanwil Ditjenpas Babel, Ade Agustina, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antar-unit pelaksana tugas.
     
    “Pemanfaatan kompos FABA ini bukan sekadar mengolah limbah menjadi berkah, melainkan turut memperkuat pembinaan kemandirian, mendukung ketahanan pangan, mewujudkan ekonomi sirkular, sekaligus mengukuhkan citra Pemasyarakatan yang produktif dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
     
    Senada dengan itu, Kepala Lapas Tanjungpandan Royhan Al Faisal menyambut baik praktik langsung ini sebagai kelanjutan ilmu yang telah diterima.
     
    “Kami sangat mengapresiasi inovasi Lapas Pangkalpinang yang kini bisa kami terapkan di sini. Demplot ini adalah langkah awal pengembangan pemanfaatan kompos sekaligus penguatan bekal keterampilan bagi Warga Binaan kami,” pungkasnya.
     
    Hasil pemantauan pada 10 pohon sawit tersebut nantinya akan menjadi acuan evaluasi untuk memperluas penerapan kompos FABA pada berbagai komoditas pertanian lain. Upaya ini menegaskan peran strategis lembaga pemasyarakatan dalam melahirkan karya bermanfaat, sekaligus mempersiapkan warga binaan menjadi insan mandiri yang berguna bagi nusa dan bangsa.
     
    Nyimas Yeni Lestari 

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional