⚡ Breaking LIVE

LAPANGAN KAREBOSI , WARISAN SUCI GOWA‑TALLO, TAK TERGADAIKAN DEMI KEPENTINGAN SESAAT; LAPFS TEGASKAN PERLINDUNGAN TANPA KOMROMI

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    Infokasus.id MAKASSAR  SULAWESI SELATAN ,2 JULI 2026 - Sebagai jantung memori sejarah dan ruang suci warisan dua kerajaan kembar yang agung .Gowa dan Tallo , Lapangan Karebosi kembali ditegaskan kedudukannya: bukan sekadar hamparan tanah, melainkan bagian tak terpisahkan dari jiwa, identitas, dan kehormatan bangsa ini. Melalui pernyataan resmi yang indah namun tajam, Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali (LAPFS) Kerajaan Islam Kembar Gowa‑Tallo mengingatkan semua pihak: tanah pusaka ini tak boleh digadaikan, tak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat.
     
    Ketua Dewan Pimpinan Pusat LAPFS, Andi Iskandar Esa Daeng Pasore, menyampaikan sikap tegas ini di hadapan awak media, menegaskan perjuangan yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2007 , bersama unsur laskar adat dan seluruh elemen pendukung  untuk menolak segala rencana pengalihan fungsi atau pembangunan yang mengabaikan nilai suci tempat ini.
     
    “Karebosi bukan sekadar ruang terbuka atau taman kota biasa. Ia adalah saksi bisu pertemuan bangsa, tempat berkumpul para pejuang, dan jalinan erat dengan sejarah panjang Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Di sini tertanam kenangan, semangat, dan akar yang tak boleh diputus,” ujar Andi Iskandar dengan nada mendalam namun tegas.
     
    SEJARAH DAN HUKUM HARUS BERJALAN SEIRAMA: TOLAK KLAIM TANPA DASAR
     

    Menanggapi berbagai isu mengenai status lahan dan tuntutan kepemilikan, LAPFS menekankan prinsip mutlak: setiap kebijakan harus didasarkan pada bukti sejarah yang sah, dokumen hukum yang jelas, serta proses yang terbuka. Klaim sepihak, spekulasi, atau alasan administratif yang kabur tidak boleh menjadi alasan menggeser kebenaran sejarah maupun hak warisan budaya.
     
    “Setiap langkah terhadap situs suci ini membutuhkan kehati‑hatian paling tinggi. Kami menolak tegas segala bentuk pengabaian nilai sejarah demi kepentingan yang tak jelas dasarnya. Transparansi dan kebenaran adalah pintu masuk satu‑satunya,” tambahnya.

    PERLINDUNGAN TERJALIN KOKOH: DARI PUSAT HINGGA KE SELURUH PENJURU

    Sebagai garda terdepan warisan leluhur, kesiapan melindungi bukan sekadar kata‑kata, melainkan struktur yang kokoh: didukung penuh oleh 15 Dewan Pimpinan Cabang di Kota Makassar, diperkuat oleh sayap organisasi Garda LAPFS dan Srikandi LAPFS, serta menjangkau seluruh situs bersejarah, makam leluhur, benteng‑benteng tua, dan peninggalan budaya di Sulawesi Selatan. Perlindungan ini berjalan menyeluruh dan tak akan kendur.
     
    SERUAN MULIA: MAJU BERKEMBANG TANPA MEMUTUS AKAR
     
    Di penutup pernyataannya, LAPFS mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, akademisi, budayawan, hingga setiap warga Makassar  bergandengan tangan menjaga warisan ini demi masa depan.
     
    “Pembangunan dan kemajuan adalah keharusan, namun tak boleh berjalan dengan mengikis akar yang menopang identitas kita. Keseimbangan antara kemajuan zaman dan penghormatan kepada sejarah adalah kunci keabadian peradaban kota ini.”
     
    Sikap ini menjadi pengingat jernih: Lapangan Karebosi adalah warisan suci yang dipercayakan kepada kita untuk dijaga, bukan diperjualbelikan.
     
    CATATAN REDAKSI:

    Disajikan sesuai prinsip penyampaian informasi yang berimbang dan beretika sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
     
    #LapanganKarebosi • WarisanGowaTallo • LAPFS • SejarahTakTerjual • MakassarKotaPusaka 
     
     

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional