⚡ Breaking LIVE

Transformasi Pantai Indonesia: Prof. Sutan Nasomal Serukan Sinergi APBN-APBD untuk Wisata Ramah Anak dan Edukasi Alam

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi


    Infokasus.id SUKABUMI RAYA, 9 Juli 2026 – Indonesia dikaruniai garis pantai sepanjang kurang lebih 99.083 hingga 108.000 kilometer, menempatkannya sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Namun, kekayaan alam yang luar biasa ini menuntut kerja keras dan sinergi lintas pemerintahan agar tidak hanya menjadi potensi statistik, melainkan berubah menjadi wahana wisata yang manusiawi, edukatif, dan ramah bagi generasi penerus bangsa.

    Hal tersebut ditegaskan oleh Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional dan Ketua Umum Partai Oposisi Merdeka, dalam tanggapan resminya kepada para pemimpin redaksi media cetak dan daring internasional via telepon dari Kantor Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta, pada Rabu (9/7/2026).

    Seni, Estetika, dan Kenyamanan: Formula Wisata Ramah Keluarga
    Prof. Sutan menekankan bahwa pengembangan kawasan pesisir harus melampaui konsep konvensional. Ia mengusulkan sentuhan seni kreatif sebagai daya tarik utama, seperti pembangunan struktur tembok berbentuk jamur warna-warni atau replika hewan lucu yang dicat cerah. Kombinasi antara estetika visual dan penataan sistem penerangan yang memadai dinilai krusial untuk menciptakan suasana yang memikat anak-anak dan keluarga.

    "Keluarga Indonesia sangat membutuhkan ruang rekreasi yang aman dan menyenangkan bagi buah hati mereka. Selain itu, ketersediaan toilet bersih di berbagai titik strategis dekat pantai adalah standar minimal yang tak boleh ditawar," ujar Prof. Sutan. Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa hiburan di pantai seharusnya berfungsi sebagai media edukasi untuk menanamkan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan sejak dini.

    Seruan Sinergi Tiga Level Pemerintahan
    Menanggapi kondisi banyak pantai bersejarah yang sempat terbengkalai,ibarat pepatah "hidup segan, mati pun enggan"Prof. Sutan mendesak Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto untuk segera memerintahkan sinergi penuh antara Menteri, Gubernur, Bupati, dan Walikota. Pembangunan pantai harus didukung secara kolektif melalui anggaran APBN, APBD Provinsi, serta APBD Kabupaten/Kota.


    "Jangan biarkan pantai-pantai di Indonesia menjadi lahan kritis, kumuh, atau kehilangan kecantikannya. Untuk Indonesia yang hebat, kerja keras kepala daerah adalah kunci yang dinanti oleh masyarakat dan anak-anak penerus bangsa," tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat lokal sebagai putra-putri asli daerah dalam proses pembangunan, guna memastikan keberlanjutan ekonomi dan pelestarian budaya setempat.

    Pelabuhan Ratu sebagai Barometer Percontohan Nasional
    Sebagai langkah konkret, Prof. Sutan menunjuk Pantai Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi strategis untuk percontohan transformasi pariwisata nasional. Ia menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas Bupati Sukabumi saat ini, Drs. H. Asep Japar, M.M., untuk melakukan penataan ulang yang signifikan.

    "Pelabuhan Ratu harus ditata sedemikian rupa sehingga menjadi cantik, tertib, dan menjadi ruang edukasi percontohan se-Indonesia. Jika berhasil, model ini dapat direplikasi oleh kepala daerah lain di seluruh nusantara," jelasnya. Keberhasilan penataan ini diyakini akan menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara secara masif.

    Pantai Sebagai Ruang Ekspresi Kebangsaan
    Di akhir keterangannya, Prof. Sutan menyarankan agar setiap hari besar kebangsaan dimanfaatkan untuk menggelar lomba atau festival seni-budaya di kawasan pantai. Langkah positif ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat kohesi sosial dan rasa cinta tanah air.

    "Sang Kepala Daerah memegang kunci untuk mewujudkan pantai yang idaman. Mari kita jaga warisan alam ini demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

    Narasumber:

    Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
    Pakar Hukum Internasional & Ekonom Nasional
    Presiden Partai Oposisi Merdeka
    Ketua Umum YPLBH (Yayasan Peduli Lingkungan dan Budaya Hijau)
    Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates)
    Ketua Umum YPP / Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional