⚡ Breaking LIVE

Di Bawah Naungan Kakanwil Ade Agustina, Pisah Sambut Kalapas Tua Tunu Ukir Sinergi dan Jejak Kemanusiaan

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    INFOKASUS.ID PANGKALPINANG, 26 AGUSTUS 2026 - Waktu tak pernah berhenti menganyam takdir; ia hanya mengizinkan manusia mengukir jejak di atas tanah tempatnya berpijak. Di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, yang dikenal dengan nama penuh makna Tua Tunu, sebuah babak kepemimpinan berakhir bukan dengan kesunyian, melainkan dengan dentang rasa terima kasih yang menggema hangat di seantero koridor. Pelepasan Sugeng Indrawan menuju amanah barunya di Lapas Ngaseman, Nusakambangan, menjadi simfoni pisah sambut yang merayakan pengabdian, kepemimpinan, dan kemanusiaan yang tumbuh di balik tembok pemasyarakatan.
     
    Di bawah naungan dan pembinaan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, A.Md.IP., S.H., M.H., kepemimpinan Sugeng melampaui batas dingin tembok jeruji. Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan bukanlah ruang pengasingan, melainkan ladang tempat benih-benih keberdayaan disemai kembali untuk dikembalikan ke tengah masyarakat. Dari bumi Tua Tunu, ia menghidupkan semangat pemberdayaan hingga melahirkan karya nyata berupa pupuk kompos lokal bukti bahwa di balik keterbatasan, tetap tumbuh kreativitas dan manfaat bagi lingkungan.
     
    Jejak Keterbukaan yang Melebur Dinding
     
    Kepergian sosok pembawa perubahan ini meletupkan ruang haru, terutama bagi jajaran insan pers yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang Pro Jurnalismedia Siber (PJS) se-Bangka Belitung. Kehadiran para pengurus media dalam agenda pisah sambut antara Sugeng Indrawan dan sang penerus estafet, Febie Dwi Hartanto, menjadi saksi betapa kuatnya jembatan keterbukaan informasi publik yang telah terbangun selama masa bakti beliau.
     
    "Pak Sugeng bukan sekadar Kepala Lapas, tetapi abang, sahabat, dan teman berdiskusi. Beliau membuktikan bahwa Lapas tidak berdiri sendiri, melainkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," ungkap Ketua DPD PJS Babel, Agus Eko, dengan nada tulus.
     
    Bagi insan pers, keterbukaan Sugeng adalah cermin dari kepemimpinan yang adaptif dan solutif sebuah teladan yang memanusiakan komunikasi publik, jauh dari sikap tertutup yang kerap menjadi tembok lembaga pemasyarakatan. Menanggapi ketulusan tersebut, Sugeng Indrawan menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sinergi yang terjalin erat. Baginya, setiap kata yang ditulis insan pers adalah bagian dari napas pembinaan yang memberi harapan baru, bukan sekadar liputan berita.
     
    Estafet Pengabdian, Misi yang Tak Pernah Berakhir
     
    Acara pelepasan dan penyerahan penghargaan berlangsung penuh kehangatan, ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah yang menyatukan kenangan dan harapan. Tongkat estafet kini berada di tangan Febie Dwi Hartanto untuk meneruskan nyala api pengabdian di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, melanjutkan apa yang telah dirintis dengan semangat baru. Sementara itu, Sugeng Indrawan melangkah menuju cakrawala baru di Nusakambangan, membawa serta jejak kebaikan, keterbukaan, dan kemanusiaan yang takkan luntur oleh waktu.
     
    Di bawah arahan Kakanwil Ade Agustina, peristiwa ini bukan sekadar pergantian pimpinan melainkan pengingat bahwa pemasyarakatan adalah tentang menumbuhkan harapan, membangun kepercayaan, dan menjadikan setiap tempat sebagai ladang kebaikan.
     
     
     Nyimas
    (Rabu, 26 Agustus 2026)
     


    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional