INFOKASUS.ID , BANGKA, 12 AGUSTUS 2026 - Sore itu, angin sore di Pulau Bangka membawa lebih dari sekadar kesejukan; ia membawa pesan kehadiran. AKBP Indra Feri Dalimunthe, Kapolres Bangka, melangkah keluar dari ruang kerja strategisnya di Mapolres dan menyusuri jalan menuju Polsek Puding Besar dan Polsek Bakam. Kunjungan kerja yang dilaksanakan Rabu (12/8/2026) ini bukan agenda inspeksi rutin yang kaku melainkan perjalanan silaturahmi yang menyentuh akar rumput, tempat denyut nadi pelayanan kepolisian sesungguhnya berdetak: di polsek-polsek jajaran yang menjadi garda terdepan interaksi antara negara dan warga.
Didampingi Wakapolres Bangka Kompol Yosyua Surya Admaja, para Pejabat Utama (PJU) Polres Bangka, serta rombongan Bhayangkari yang dipimpin Ny. Sri Indra Feri Dalimunthe, Kapolres hadir bukan sebagai atasan yang menuntut laporan, melainkan sebagai pemimpin yang ingin melihat, mendengar, dan merasakan langsung kondisi serta kesiapan personel di lapangan. “Melakukan peninjauan ke Polsek-Polsek sekaligus silaturahmi bersama anggota dan Bhayangkari. Saya berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar AKBP Indra Feri Dalimunthe dengan nada yang mencampur ketegasan profesional dan kehangatan seorang rekan seperjuangan.
DARI PUDING BESAR KE BAKAM: SAMBUTAN YANG MENCERMINKAN SOLIDITAS KELUARGA BESAR POLRI
Di Polsek Puding Besar, rombongan disambut oleh Kapolsek AKP Djasper Edyson Pangabean bersama jajaran personel dan anggota Bhayangkari. Suasana kekeluargaan langsung terasa—bukan formalitas protokoler, melainkan kehangatan yang lahir dari rasa saling memiliki dalam satu korps pengabdian. Perjalanan kemudian berlanjut ke Polsek Bakam, di mana Kapolsek IPTU Harun Pardamean Simanjuntak beserta personel dan Bhayangkari telah menunggu dengan semangat yang sama. Dua titik kunjungan, satu pesan yang konsisten: pimpinan hadir, anggota dihargai, dan Bhayangkari diakui sebagai pilar penyangga moral keluarga besar Polri.
Dalam setiap dialog yang terjalin, AKBP Indra Feri Dalimunthe menekankan satu prinsip fundamental yang sering kali terlupakan dalam hiruk-pikuk operasional: hubungan yang baik antara pimpinan dan anggota adalah fondasi dari segala keberhasilan tugas. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan kebersamaan yang tulus bukan sekadar pelengkap organisasi melainkan prasyarat mutlak bagi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Ketika pimpinan mendengar aspirasi anggota, dan anggota merasa didukung oleh pimpinannya, maka energi positif itu akan mengalir hingga ke ujung tombak pelayanan masyarakat.
“MAKSIMALKAN PELAYANAN, JAGA HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT”: FILOSOFI KEPOLISIAN YANG BERNAFAS DI TENGAH WARGA
Pesan paling tajam yang disampaikan Kapolres siang itu bukanlah tentang target penangkapan atau statistik penyelesaian kasus melainkan tentang esensi keberadaan polisi di tengah masyarakat. “Intinya, maksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan jaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Kalimat ini mengandung pergeseran paradigma yang mendalam: dari model kepolisian yang berjarak dan reaktif, menuju model kepolisian yang hadir, proaktif, dan berbasis kepercayaan. Kapolres memahami bahwa keamanan sejati tidak dibangun dari balik tembok markas, melainkan dari percakapan santai di warung kopi, dari sapaan ramah di pasar tradisional, dari kesediaan mendengar keluhan warga sebelum masalah membesar. Ketika polisi dan masyarakat berkomunikasi sebagai mitra bukan sebagai subjek dan objek maka kamtibmas bukan lagi produk penegakan hukum semata, melainkan hasil kolaborasi sosial yang hidup.
LEBIH DARI SEKADAR KUNJUNGAN: MERAWAT SEMANGAT, MEMPERKUAT SOLIDITAS, MENEGASKAN MISI
Kunjungan kerja ke Puding Besar dan Bakam hari itu diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda kalender kepemimpinan. Ia adalah ritual perawatan semangat: mengingatkan setiap personel bahwa mereka tidak bekerja sendirian, bahwa ada pimpinan yang peduli, ada keluarga Bhayangkari yang mendukung, dan ada masyarakat yang menaruh harapan pada seragam yang mereka kenakan. Soliditas internal yang terbangun dari silaturahmi semacam ini adalah modal tak ternilai dalam menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks.
Di bawah kepemimpinan AKBP Indra Feri Dalimunthe, Polres Bangka mengirimkan sinyal jelas: kualitas pelayanan tidak diukur dari seberapa megah gedung markas, melainkan dari seberapa tulus senyum petugas di meja pengaduan; seberapa cepat respons terhadap laporan warga; dan seberapa erat hubungan yang terjalin antara polisi dengan komunitas yang dilayaninya. Karena pada akhirnya, kepolisian yang kuat bukanlah yang paling ditakuti—melainkan yang paling dipercaya. Dan kepercayaan itu, seperti yang ditunjukkan sore itu di Puding Besar dan Bakam, dibangun satu kunjungan, satu percakapan, dan satu komitmen pelayanan maksimal pada satu waktu.
Catatan Redaksi:
Rilis ini disusun berdasarkan dokumentasi kunjungan kerja Kapolres Bangka ke Polsek Puding Besar dan Polsek Bakam. Redaksi mengapresiasi pendekatan kepemimpinan humanis dan berbasis silaturahmi yang diusung oleh AKBP Indra Feri Dalimunthe, yang menempatkan kesejahteraan personel, soliditas internal, dan kualitas pelayanan masyarakat sebagai tiga pilar utama kinerja kepolisian. Kami membuka ruang bagi personel polsek jajaran, tokoh masyarakat setempat, serta mitra kamtibmas untuk memberikan perspektif tambahan guna memperkaya diskursus tentang model kepolisian presisi yang berakar pada kepercayaan dan kedekatan dengan warga di wilayah hukum Kabupaten Bangka.
TIM REDAKSI

Komentar
Posting Komentar