⚡ Breaking LIVE

MENANAM HARAPAN DAN KEBERKAHAN: PONPES BAHRUL ULUM ISLAMIC CENTRE JADI PELopor BUDIDAYA PISANG CAVENDISH DI LINGKUNGAN PESANTREN

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    INFOKASUS.ID , SUNGAI LIAT, BANGKA BELITUNG , 15 AGUSTUS 2026 - Sebuah langkah inovatif dan penuh berkah lahir dari tengah lingkungan pendidikan pesantren. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat bersiap mengembangkan budidaya 2.000 batang pisang Cavendish di atas lahan seluas sekitar 1 hektare di kawasan Air Anyir  menjadikannya salah satu pesantren pertama di wilayah ini yang mengembangkan komoditas unggulan tersebut secara terpadu dan berkelanjutan. Penanaman direncanakan dimulai awal musim hujan, sekitar November mendatang, sementara persiapan lahan kini tengah berjalan secara bertahap dan penuh ketelitian.

    Kepala Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustadz Sukaryadi, S.Pd.I., Gr., menyampaikan rencana besar ini saat ditemui di kantornya, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini lahir dari kerja sama kemitraan yang saling menguatkan dengan CV. Agre Fresh Tropical, perusahaan yang berpengalaman luas dalam budidaya dan pemasaran pisang Cavendish.

    “CV. Agre Fresh Tropical menanamkan investasi berupa bibit dan pupuk senilai sekitar Rp 35 juta. Sementara pihak pesantren menyediakan lahan serta pupuk kandang. Pendampingan teknis menyeluruh diberikan  mulai penanaman, perawatan, panen, hingga penanganan pascapanen,” jelas Ustadz Sukaryadi, menggambarkan sinergi yang saling melengkapi.

    KEPastian PASAR DAN HARAPAN YANG BERKELIMPAHAN

    Yang paling istimewa dari kemitraan ini adalah kepastian pemasaran hasil panen. Seluruh hasil pisang nantinya akan dibeli langsung oleh mitra, sehingga pesantren tidak perlu cemas mencari pembeli. Mitra juga siap memberikan solusi teknis setiap saat jika ditemukan kendala selama masa tanam dan pemeliharaan sebuah jaminan yang memberi ketenangan dan semangat bagi seluruh warga pesantren yang terlibat.

    Diprediksi, pisang Cavendish siap dipanen sekitar sembilan bulan setelah penanaman. Dengan rata-rata berat satu tandan mencapai 20 kilogram, maka dari 2.000 batang diperkirakan total hasil panen dapat menyentuh 40.000 kilogram per periode. Jika harga jual tetap di kisaran Rp 4.000 per kilogram, nilai penjualan bruto berpotensi mencapai Rp 160 juta dalam satu kali panen.

    “Sebagian hasil akan digunakan untuk mencicil pengembalian nilai investasi mitra, dan sisanya menjadi pemasukan pesantren. Ini menjadi sumber penghasilan baru yang sangat berarti untuk mendukung operasional, pemenuhan kebutuhan santri, serta pengembangan lembaga ke depan,” urai Ustadz Sukaryadi dengan penuh harap dan keyakinan.

    PESANTREN SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN DAN PENGGERAK EKONOMI

    Langkah ini bukan sekadar tentang bertanam pisang. Ia adalah bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya menjadi menara ilmu dan pembentukan akhlak, melainkan juga mampu menjadi pelopor kegiatan ekonomi yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi sekitarnya.

    “Segala sesuatu berawal dari niat yang baik. Insya Allah, jika niatnya tulus dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, hasilnya pun akan baik dan membawa keberkahan bagi seluruh warga pesantren, masyarakat sekitar, dan generasi yang akan datang,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.

    Sebuah benih telah ditanam  bukan hanya di tanah Air Anyir, melainkan juga di hati para santri dan seluruh warga pesantren: bahwa berbakti, belajar, dan berusaha mandiri adalah jalan yang sejajar, saling memperkuat, dan senantiasa diridhoi. Semoga pisang Cavendish ini tumbuh subur, berbuah lebat, dan membawa berkah yang berlipat ganda — bagi pesantren, bagi masyarakat, dan bagi tanah Bangka Belitung yang kita cintai.

    Nyimas

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional