⚡ Breaking LIVE

Peringatan Maulid Nabi: Bangkitkan Akhlak Mulia, Jauhi Budaya Idola yang Melenceng

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    INFOKASUS.ID SUNGAILIAT, BANGKA BELITUNG , 29 AGUSTUS 2026 - Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Gedung Serbaguna Kompleks Islamic Centre Sungailiat, Jumat (28/8/2026). Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, menghadirkan tokoh penceramah Dr. H. Suparta, S.Ag., M.Ag. akademisi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, sekaligus Ketua Ikatan Persatuan Masjid (IPIM) Bangka Belitung.
     
    Kegiatan dihadiri oleh Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat, jajaran pengurus, Kepala SMA Plus beserta guru dan staf, Kepala MTs Plus Bahrul Ulum beserta dewan pendidik, serta para santri dan santriwati yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kemeriahan suasana turut dihiasi penampilan istimewa dari Tim Hadroh Jam’iyyah IC.
     
    Zaman Jahiliyah Bukan Karena Bodoh, Melainkan Karena Hilangnya Akhlak
     
    Dalam tausiyahnya, Dr. Suparta mengajak para santri merenungkan makna kelahiran Rasulullah sebagai perbaikan moral yang mendasar.
     
    "Disebut zaman Jahiliyah bukan karena orang Arab saat itu bodoh secara intelektual. Peradaban dunia saat itu sudah luar biasa  di Mesir ada Piramida, di Arab pun peradaban sudah maju. Mereka pintar, tapi secara moral dan spiritual mereka tertinggal," tegasnya.
     
    "Yang pertama diutus Allah SWT adalah memperbaiki moral dan akhlak. Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an, Rasulullah hadir untuk menyempurnakan akhlak manusia," lanjutnya.
     
    Waspadai Jahiliyah Modern  Mengidolakan Bukan Nabi, Melainkan Tokoh Hiburan
     
    Dr. Suparta mengajak para santri membandingkan masa lalu dengan masa kini.
     
    "Dulu kaum jahiliyah mengidolakan berhala dan mempercayai dukun serta tenung. Bagaimana dengan zaman sekarang? Banyak generasi muda yang mengidolakan artis dan tokoh publik. Survei membuktikan 99 persen menjadikan tokoh hiburan dan model sebagai pedoman hidup. Bukankah ini mirip dengan zaman Jahiliyah?" tanyanya disambut jawaban serentak para santri.
     
    Beliau pun mengajak teguhkan pendirian: jadikan Nabi Muhammad SAW satu-satunya suri tauladan sejati.
     
    "Mari kita sepakat untuk mengidolakan Nabi Muhammad SAW. Beliau sejak kecil hidup yatim, diasuh paman, belajar berdagang  namun tak pernah mengeluh. Ketika kalian merasa tak betah di pondok, ingatlah perjuangan beliau. Jangan mudah mengeluh," pesannya menyentuh hati.
     
    Lebih lanjut, beliau menegaskan keutamaan lingkungan pesantren: "Di luar sana, pengawasan anak-anak tak terbendung. Namun di pondok, kalian dibentuk menjadi pribadi yang baik. Barang siapa menggabungkan iman dan ilmu, maka ia akan membahagiakan kedua orang tuanya."
     
    Tanggapan Ketua Yayasan Bahrul Ulum: Maulid Bukan Sekadar Seremonial
     
    Drs. H. Syaiful Zohri, Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat, menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen lembaga.
     
    "Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah di tengah arus zaman yang semakin melunturkan akhlak. Kami sangat mengapresiasi penyampaian Ustadz Dr. Suparta yang mengingatkan kita bahwa kemajuan peradaban tanpa moralitas hanya akan melahirkan generasi yang kosong."
     
    "Sebagai lembaga pendidikan, Yayasan Bahrul Ulum berkomitmen terus membimbing para santri tidak hanya secara intelektual, tetapi juga pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia  meneladani sifat Nabi yang gigih, rendah hati, dan bermanfaat bagi sesama."
     
    Penutup: Semangat Maulid Harir Tercermin dalam Perilaku Sehari-Hari
     

    Acara ditutup dengan pembacaan selawat nabi dan doa tulus agar semangat kelahiran Baginda Nabi tidak hanya dirasakan saat peringatan semata, melainkan melekat dan tercermin dalam setiap langkah dan perilaku sehari-hari para santri.
     
     
     Nyimas
    (Rilis - 29 Agustus 2026)
     

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional