⚡ Breaking LIVE

TIKAMAN BADIK DI LEHER - Darah Mengalir di Indekos Pasar Terong, Pelaku Serahkan Diri Ke Polisi

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    INFOKASUS.ID MAKASSAR,SULAWESI SELATAN , 31 AGUSTUS 2026 - Kengerian merayap di kawasan sekitar Pasar Terong, Kecamatan Bontoala. Sebuah tikaman mematikan dengan senjata tradisional badik tepat di leher, merenggut nyawa seorang pemuda berinisial MA (28 tahun). Darah membasahi lantai indekos tempat korban menumpang, Minggu malam, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 21.15 WITA.

    Darah Membanjir, Nyawa Melayang di Tempat
     
    Laporan warga langsung menggiring petugas ke lokasi. Unit Opsnal Polsek Bontoala bergerak cepat dipimpin Kapolsek Bontoala Kompol H. Abdul Samad, S.H., M.M., didampingi Panit 1 Opsnal Iptu H. Firdaus dan Panit 2 Opsnal Ipda Muh. Rasyidi, S.H. Di TKP, petugas disambut pemandangan mengerikan: korban tergeletak bersimbah darah, tak bernyawa.
     
    Kanit Reskrim Polsek Bontoala Iptu Abdul Latif membenarkan kengerian itu:
     
    "Korban sudah tak bernyawa saat tiba di lokasi. Tergeletak di lantai bawah indekos, bersimbah darah. Kejadian sekitar pukul 21.15 WITA," tegasnya.
     
    Temannya Sendiri yang Menikam , Lalu Menyerah Sendiri
     
    Yang membuat peristiwa ini semakin mengagetkan: penikam adalah rekan sesama penghuni indekos. Dan setelah menghunjamkan badik ke leher temannya, pelaku tidak melarikan diri. Ia justru menyerahkan diri sendiri ke Polsek Bontoala.
     
    "Pelaku telah menyerahkan diri ke Polsek sesaat setelah kejadian. Yang menikam adalah sesama penghuni indekos," ungkap Abdul Latif.
     
    MOTIF MASIH GELAP , Polisi Telusuri Jejak di Balik Dendam
     
    Satu pertanyaan kini melayang tajam: APA SEBABNYA? Apa yang memicu seseorang mengayunkan badik ke leher temannya sendiri hingga nyawa tak terselamatkan? Apakah pertengkaran singkat? Dendam yang lama dipendam? Atau persoalan yang dipendam diam-diam lalu meledak mematikan?
     
    Hingga kini motif pembunuhan itu masih diselimuti kabut. Polisi belum menarik kesimpulan. Tim Inafis Polrestabes Makassar masih menyisir setiap jengkal TKP. Jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.
     
    "Kami masih melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar. Motif dan kronologi sedang diselidiki secara mendalam. Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk visum," pungkas Kanit Reskrim.

    Badik Bukan Mainan , Nyawa Tak Bisa Kembali
     
    Satu tikaman ke leher adalah serangan yang mematikan dan berniat mencabut nyawa. Polisi wajib menjawab: apa yang terjadi di balik tembok indekos itu malam itu? Apa pertikaian yang membenarkan sebuah nyawa diambil secara kejam?
     
    Rakyat menunggu kejelasan. Karena badik yang menikam bukan sekadar melukai tubuh , ia juga menantang tegaknya hukum di Bumi Makassar. Dan hukum tak boleh diam saja.
     
     
    (Andi Surya Ramadhan / Robby.RCAZ)
    (31 Agustus 2026)

     

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional