INFOKASUS.ID , BANGKA BARAT , 13 SEPTEMBER 2026 - Ultimatum telah dilontarkan. Polres Bangka Barat bersama Ditpolairud Polda Babel turun ke perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Minggu (13/9/2026), menemukan ponton selam dan user-user masih beroperasi. Teguran keras diberikan: berhenti sekarang, tarik alat, atau ditarik paksa. Namun di permukaan yang tertib, pertanyaan jauh lebih besar mengambang: siapa yang menyuruh mereka tetap bekerja?
Tiga Nama Muncul di Balik Aktivitas
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut tiga nama yang diduga berkaitan dengan pengaturan maupun penyerahan kegiatan tambang ilegal tersebut: Gopari, Ali Nelayan, dan Kojek.
Ponton tidak bergerak sendiri. Ada yang menentukan lokasi, mengatur giliran, menghubungkan pekerja, dan menikmati hasilnya.
Ketiga nama ini belum terbukti berkaitan , namun jika benar, maka penertiban yang hanya menyentuh mereka di permukaan tidak akan pernah mengakhiri masalah. Hari ini ponton ditarik, besok alat lain muncul, orang lain bekerja , siklus berulang tanpa henti.
Ujian Kewibawaan: Hentikan Pekerja, Atau Bongkar Pengendali?
Publik kini menantikan langkah yang tidak sekadar seremonial:
Apakah penegakan hukum akan berhenti pada mereka yang berdiri di atas ponton?
Apakah akan menelusuri ke atas — kepada yang mengatur, membiayai, melindungi?
Apakah nama Gopari, Ali Nelayan, dan Kojek benar-benar ada perannya, atau sekadar kabar yang beredar?
Jika benar terlibat, harus ditindak. Jika tidak, harus diklarifikasi. Biarkan publik tahu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab.
Penertiban Tanpa Menyentuh Pengendali = Siklus Tanpa Akhir
Ini bukan soal satu ponton atau sepuluh pekerja. Ini soal pola yang berulang:
Ditertibkan berhenti sementara
Petugas pergi kembali beroperasi
Wajah pekerja berganti, tetapi kegiatan tetap berjalan
Jika ini terus terjadi, maka yang diuji bukanlah para penambang , melainkan kewibawaan Polres Bangka Barat.
Pesan Tegas: Buktikan Bahwa Hukum Mencapai Semua Tingkat
Polres Bangka Barat kini memiliki kesempatan membuktikan bahwa ultimatum bukan sekadar kata-kata di lapangan:
Bukan hanya menghentikan pekerja. Bukan hanya menarik ponton. Tetapi menelusuri siapa yang mengatur dari belakang, siapa yang menyerahkan lokasi, dan siapa yang mengantongi keuntungan terbesar.
Tembelok-Keranggan bukan sekadar masalah ponton ilegal. Ini ujian: apakah penegakan hukum berani turun ke laut sekaligus naik ke ruang-ruang di mana keputusan sebenarnya dibuat?
Rakyat menunggu. Bukan janji - tindakan.
Nyimas
(13 September 2026)
Home
› Artikel
Jangan Hanya Tangkap Pekerja - Nama Gopari, Ali Nelayan & Kojek Muncul, Polres Bangka Barat Dituntut Bongkar Pengendali di Balik Layar!
Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi
Ditulis oleh
INFO KASUS
Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

Komentar
Posting Komentar