⚡ Breaking LIVE

Silaturahmi KBN - KBO Babel: Bersaing Tanpa Bermusuhan, Etika Tetap di Atas Segalanya

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    INFOKASUS.ID PANGKALPINANG - Di era di mana kecepatan sering kali dijadikan patokan utama, ada hal yang jauh lebih berharga: kehormatan profesi dan persaudaraan sesama insan pers. Inilah pesan mendalam yang mengemuka saat jajaran Media Nasional Kejar Berita News (KBN) berkunjung ke Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel), Rabu (23/9/2026).
     
    Bukan sekadar bertamu dan berfoto, pertemuan ini menjadi ruang jujur untuk membicarakan realitas dunia media siber yang semakin ketat bersaing  sekaligus mengingatkan satu hal: persaingan tak boleh berubah menjadi permusuhan.
     
    Hadir untuk Membangun, Bukan Menguji
     
    Rombongan KBN dipimpin langsung Pimpinan Umum Hardi Mardeni, S.H., didampingi Pemimpin Redaksi Lukman Hakim dan sejumlah awak media. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Penanggung Jawab KBO Babel Rikky Fermana, didampingi Wakil Muhamad Zen, Sekretaris Abdul Hamid, Wakil Sekretaris Wenki, Koordinator Liputan Budi Yanto, serta Jon Kenedi.
     
    Rikky Fermana membuka pertemuan dengan apresiasi yang tulus. Baginya, langkah KBN menyambangi langsung sesama media adalah bukti kesadaran pentingnya merawat hubungan profesional.
     
    "Kompetisi tak dapat dihindari, tetapi tak boleh menghapus sikap saling menghormati. KBO Babel adalah wadah bagi insan pers di Babel — dan di sinilah komunikasi harus dijaga, dipertajam, dan dihormati bersama," ujarnya.
     
    Harapannya sederhana namun kokoh: terjalin sinergi, saling mendukung, dan menjaga kemitraan masing-masing tanpa harus saling menyingkirkan.
     
    Komunikasi Justru Penting Saat Berbeda
     
    Hardi Mardeni menegaskan kunjungan ini adalah wujud komitmen KBN.
     
    "Kami datang bukan karena kepentingan sesaat. Hubungan antarmedia justru paling dibutuhkan ketika pandangan, liputan, atau kepentingan berbeda di lapangan. Di situlah peran komunikasi diuji," tegasnya.

    Persaingan pembaca dan kecepatan tayang memang nyata. Namun, katanya, hal itu tidak boleh meruntuhkan jembatan yang sudah dibangun bersama.
     
    Pesan Tegas: Jangan Bersalaman di Sini, Lalu Saling Serang di Luar
     
    Suasana terbuka kian terasa saat Wakil KBO Babel, Muhamad Zen, menyampaikan pesan yang jujur dan tajam.
     
    "Pertemuan ini akan kehilangan makna jika hanya berhenti pada seremonial. Yang saya minta: jangan sampai kita duduk akrab di sini, lalu saling serang setelah kembali ke meja redaksi," ucapnya lantang.
     
    Ia percaya insan pers mampu menjaga komitmen itu. Tetap bekerja, tetap mencari kebenaran, tetap bersaing  tetapi dengan hormat, tanpa memutus tali persaudaraan.
     
    Bersaing Menjadi Lebih Baik, Bukan Menjatuhkan
     
    Kedua pihak sepakat: lanskap media digital menuntut kecepatan, tetapi akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab tak boleh dikorbankan. Masing-masing berhak menentukan arah redaksinya sendiri itu kemerdekaan pers. Namun ketika muncul perbedaan, komunikasi dan mekanisme jurnalistik adalah jalan penyelesaian, bukan serangan.
     
    Simbol persahabatan ditandai dengan penyerahan cinderamata berupa plakat dari KBN kepada KBO Babel, ditutup dengan foto bersama.
     
    Sebuah pesan sederhana namun mewakili semangat pertemuan ini:
     

    Media boleh bersaing menjadi yang terdepan dalam kualitas dan kebenaran. Tetapi tidak harus bermusuhan untuk menjadi yang terdepan.
     
    Di tengah derasnya arus informasi, etika dan kehormatan profesi tetap menjadi benteng yang tak boleh runtuh. Karena pers yang dipercaya publik adalah pers yang terpercaya, bukan pers yang saling menjatuhkan.
     
    (Jon Kenedi / KBO Babel)
    Nyimas 

    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional