⚡ Breaking LIVE

NAWIR NDEPA: DIDUGA JUAL AMANAH PERS, DAMAI DIAM-DIAM - INSAN PERS SULTRA TEGAS: USIR, CABUT HAK, TUTUP PINTU DI SELURUH NEGERI!

Ditulis dan disunting oleh Tim Redaksi InfoKasus.id · Standar Editorial
📋 Daftar Isi

    INFOKASUS.ID,KOLAKA UTARA, SULAWESI TENGGARA , JUMAT, 2 OKTOBER 2026 - Tak ada tempat bagi pengkhianat di barisan kami. Dunia pers Sulawesi Tenggara bersatu tanpa suara yang berbeda: M. Nawir Ndepa dari media Warta Global dikutuk bukan sebagai korban, melainkan pelaku yang diduga menjadikan jurnalisme lapak dagangan , lalu diam-diam berdamai dengan pelaku pemukulannya, tanpa sepengetahuan siapa pun. Ia telah mencoreng wajah ribuan wartawan yang bekerja jujur setiap hari.
     
    FAKTA TERBUKA: DILUKAI DEMI UANG, DAMAI GELAP TANPA KOORDINASI
     
    Dugaan yang terungkap sangat berat:
     
    - Bukan meliput, tapi mencari keuntungan , ke lokasi bukan demi kebenaran, melainkan kepentingan pribadi

    - Keselamatan dijadikan komoditas , rela dipukul, rela terluka, asalkan ada imbalan materi

    -Pemukulan bukan akibat tugas , kejadian yang dialami diduga terkait kepentingan uang, bukan peliputan objektif

    - Identitas pers disalahgunakan , lencana dan nama lembaga dipakai untuk tujuan yang bertentangan dengan etika

    - DAMAI SECARA ADAT DIAM-DIAM ,TANPA IZIN REKAN SEJAWAT , menyelesaikan urusan yang seharusnya diperjuangkan bersama, sendirian, secara tertutup. Menukar kebenaran dengan kesepakatan gelap
     
    "Ia rela dipukul demi rupiah, lalu diam-diam berdamai seolah tak ada apa-apa. Itu bukan korban. Itu pengkhianat yang menjual kehormatan profesi." pernyataan tegas insan pers Sultra.
     
    LANGGAR UU PERS NO. 40 TAHUN 1999 , TIDAK LAYAK SATU DETIK PUN
     
    Setiap langkahnya melanggar fondasi hukum pers:
     
    Pasal Pelanggaran 
    Pasal 5 Pers untuk kepentingan publik - dijadikan alat keuntungan pribadi 
    Pasal 6 Wajib jujur, akurat, beretika , ditukar dengan keuntungan materi 
    Pasal 7 Dilarang pakai profesi untuk keuntungan lain , dilanggar secara terang-terangan 
     
    "UU Pers melindungi kami yang jujur , bukan melindungi mereka yang menjual amanah. Jika etika diinjak, perlindungan gugur seketika."
     
    KEPUTUSAN BULAT: USIR, CABUT HAK, DILARANG SEUMUR HIDUP
     
    Insan pers Sulawesi Tenggara memutuskan:
     
    1.DICABUT HAK BERJURNALISTIK , Nawir Ndepa dinyatakan TIDAK LAYAK menjadi wartawan, efektif saat ini

    2.DILARANG MASUK KE REDAKSI MANA PUN , tidak ada satu media di seluruh Indonesia yang boleh menerima

    3.DILAPORKAN KE DEWAN PERS - DAFTAR HITAM , namanya dicatat tidak layak memegang kartu pers seumur hidup

    4.DAMAI GELAP TIDAK MEWAKILI INSAN PERS  kesepakatan pribadinya tidak sah, tidak menutup proses hukum

    5.DIMINTA PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM - jika ada unsur pemerasan atau penyalahgunaan, diproses tanpa ampun
     
    "Kami tidak memusuhi seseorang. Kami menjaga nama baik profesi. Jika satu orang menjualnya, kami semua dicurigai. Itu tidak boleh dibiarkan."
     
    DAMAI JUJUR ITU TERBUKA, BUKAN DI BALIK PINTU TERTUTUP
     
    Insan pers sesungguhnya menginginkan perdamaian , yang jujur, terbuka, dan tidak menutup kebenaran:
     
    "Kami mendambakan perdamaian. Tapi bukan perdamaian yang dibeli dengan keheningan. Bukan perdamaian yang menyembunyikan kebenaran demi kepentingan pribadi. Damai yang sejati itu terang, bukan gelap."
     
    "Ia berdamai sendiri berarti menutup mulut, membiarkan pelaku bebas, dan mengkhianati rekan sejawat. Itu bukan kedamaian , itu pembelian kesunyian."
     
    JANGAN LAGI BERLINDUNG DI BALIK SERAGAM PERS
     
    "Mulai hari ini, jika Nawir Ndepa masih menyebut dirinya wartawan , itu penipuan. Masyarakat berhak menolak, berhak melaporkan."
     
    Pers bukan tameng. Pers bukan lapak. Pers bukan barang jual beli. Siapa yang menjualnya , ia dibuang.
     
    PESAN UNTUK SEMUA: PILIHAN TELAH DIBUAT
     
    "Ada yang rela terluka demi kebenaran - mereka dihormati. Ada yang rela terluka demi uang , mereka dibuang. Nawir Ndepa telah memilih. Maka ia menerima akibatnya."
     
    Laporan: Dedi Kadir
    INFOKASUS.ID 
     


    Ditulis oleh INFO KASUS

    Tim redaksi InfoKasus.id menyajikan berita hukum, kriminal, politik dan sosial secara aktual dan berimbang. Baca Pedoman Media Siber kami ›

    Komentar

    Posting Komentar

    Home Populer
    Kategori Berita
    Hukum Kriminal Politik Ekonomi Sosial Daerah Nasional