Infokasus.id Watansoppeng,Sulawesi Selatan,Senin 22 Juni 2026 - Dulu, setiap sore menjelang maghrib hingga larut malam, pelataran Masjid Agung Darrusalam, kawasan Taman Kalong, berdenyut hidup: aroma gorengan, bumbu, dan panggangan bercampur wangi dupa masjid; suara sapaan, tawar‑menawar, dan gelak tawa pembeli menjadi irama penghidupan puluhan keluarga UMKM Watansoppeng. Di tempat itu, penataan alami bertemu berkah lokasi: orang datang beribadah sekaligus berbelanja, kepercayaan tumbuh, pendapatan mengalir cukup untuk bertahan dan menabung sedikit demi sedikit.
Semua itu lenyap perlahan sejak kebijakan penataan kota memindahkan mereka serentak ke kawasan Gapis. Kini, saat lampu mulai dinyalakan, pemandangan yang terbuka justru sunyi yang menyakitkan: lapak‑lapak tersusun rapi namun kosong, penerangan remang membuat sebagian area tenggelam gelap, tiang‑tiang penyangga basah terkena rintik hujan tanpa atap pelindung yang memadai. Pedagang duduk diam, menatap jalanan yang sepi; harapan yang dulu cerah kini redup seiring cahaya yang minim.
Hujan, Gelap, dan Omset yang Menguap
Musim hujan yang mulai turun menambah beban berat. Di pelataran masjid dulu, ada atap luas dan halaman rata; pembeli tetap nyaman berhenti meski gerimis turun. Di Gapis, angin bertiup bebas, air merembes masuk ke lapak, barang dagangan lembap, dan orang yang berniat lewat pun memilih bergegas pulang tak berani berhenti di tempat yang gelap dan kurang terlindungi.
“Beda jauh sekali. Di sana, belum habis maghrib sudah ramai berdatangan. Di sini, kadang semalaman cuma dapat dua‑tiga pembeli, itu pun belanja sedikit saja. Omset jatuh sampai tujuh puluh persen lebih belum cukup bayar bahan, apalagi biaya sekolah anak,” ujar pedagang makanan ringan, suaranya parau menahan sedih, tak berani disebutkan namanya.
Banyak yang mulai mengurangi bahan baku takut rugi makin besar, sebagian mulai membiarkan lapak kosong tak dibuka, ada pula yang pulang lebih awal dengan kantong nyaris kosong. Di mata mereka tergambar kekhawatiran mendalam: jika terus begini, tak lama lagi mereka terpaksa menutup usaha yang sudah dibangun bertahun‑tahun penuh keringat.
Penataan Kota Tak Boleh Melupakan Nasib Rakyat Kecil
Relokasi ini sejatinya lahir dari niat baik Pemerintah Kabupaten Soppeng: merapikan wajah kota, menjaga ketertiban di kawasan masjid, dan membangun sentra dagang baru yang lebih teratur. Namun di lapangan terbukti: lokasi baru belum siap menerima pedagang dan pembeli. Minim fasilitas pendukung, jauh dari jalur pejalan kaki rutin, gelap, dan kurang terlindungi menjadi tembok tak kasat mata yang memutus arus penghidupan.
Kini suara hati makin bersatu pelan namun jelas: Pemerintah Kabupaten Soppeng wajib segera mengkaji ulang keputusan pemindahan dari Taman Kalong ke Gapis. Tak sekadar memindahkan fisik lapak, tapi harus memastikan kesejahteraan pedagang tetap terjaga. Ada dua jalan yang diharapkan: perbaikan mendasar lokasi Gapis lengkap penerangan terang merata, atap lebar anti‑hujan, jalur aman, dan program mengundang kembali keramaian atau pertimbangkan opsi pemulihan sebagian akses dagang di kawasan lama yang terbukti hidup dan berkah.
“Kami tak benci perubahan, kami ingin tertib juga. Kami cuma minta satu hal: jangan biarkan kami jatuh miskin gara‑gara pindah tempat,” pungkas pedagang itu, menoleh ke arah jalanan sepi sekali lagi, menanti tanda perhatian dari pihak berwenang.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun langkah nyata perbaikan dari Pemkab Soppeng. Namun derita malam‑malam panjang di Gapis terus bercerita: penataan kota yang indah sesungguhnya tidak akan sempurna jika meninggalkan pedagang kecil berjuang sendirian dalam gelap dan sepi.
Penulis: TIM REDAKSI BERITA SOSIAL & KEMANUSIAAN
Sumber: Pantauan malam kawasan Gapis Watansoppeng, pengakuan langsung pelaku UMKM, latar belakang kebijakan penataan kota Pemkab Soppeng
Lokasi Liputan: Kawasan Gapis dan sekitar Taman Kalong Masjid Agung Darrusalam, Watansoppeng, Sulawesi Selatan
Waktu Rilis: Senin, 22 Juni 2026
#UMKMWatansoppengMenangis #RelokasiGapisBelumSiap #PenataanKotaTanpaKorbankanRakyat #SoppengKajiUlang #GelapSepiKurangLindung #SentraDagangHarusHidup

0 Komentar